Jangan Minimalis Warga Diingatkan Nama Anak Tiga Suku Kata


riaupotenza.com

PANGKALANKERINCI-Nama adalah doa dan harapan bagi para orang tua terhadap anak-anak mereka. Tapi, tak jarang ada orang tua yang memberikan nama anaknya cukup singkat dengan satu atau dua suku kata saja. Hal ini sudah benar, namun dalam kelengkapan dokumen seperti pembuatan paspor dan lainnya tentu akan menimbulkan masalah.  Untuk itu masyarakat diingatkan tidak minimalis dalam memberikan nama anaknya.

‘’Paling tidak dua suku kata lah, sehingga kalau ditambah nama orang tuanya atau bin nya tetap menjadi tiga suku kata,’’jelas Ketua PN Pelalawan Nelson Angkat SH MH melalui Humas R Hidayat Batubara,SH,ST,MH, Selasa (13/2).

Kenapa perlu dua hingga tiga suku kata imbuh R Hidayat, karena menurut Hakim di PN Kelas II ini, karena dapat menimbulkan masalah jika seseorang nantinya akan mengurus dokumen keluar negeri.  ‘’Misalnya ada rezeki mau umroh atau naik haji. Bisa kelabakan juga, karena nama pada dokumen kependudukan hanya satu suku kata saja, maka ditambah-tambahlah dengan nama lainnya. Ini sudah banyak dikeluhkan saat mengurus di Imigrasi. Malah ada juga yang sampai tertahan atau terganggu perjalannya ketika sudah berada di luar negeri,’’bebernya.

‘’Nama pendek begini biasanya orang tua kita dulu-dulu. Tapi ternyata sekarang juga ada. Memang ada perubahan atau menggantikan melalui proses sidang di Pengadilan, tentu hal ini akan memakan waktu lama. Jadi untuk memudahkan masyarakat, berikan nama anak tiga suku kata. Sampaikan ke tetangga kita ya,’’terang R Hidayat sembari menyebutkan keluhan serupa juga disampaikan oleh pengurus travel saat mengurus paspor bagi yang mau umrah dengan memiliki nama satu suku kata.

‘’Kalau dulu memang tak masalah, tapi belakangan ini masalah nama ini muncul. Mudah-mudahan menjadi perhatian masyarakat kita. Jangan pelit kasih nama anak,’’harapnya.

Beberapa perkara yang sempat disidangkan di PN Pelalawan lanjutnya perubahan nama anak hingga orang dewasa. ‘’Kalau masih anak-anak yang belum sekolah atau belum tamat SD misalnya tentu tak banyak dokumen yang dirubah, paling KK dan akta kelahiran saja. Namun jika sudah tamat SD tentu banyak dokumen yang akan dirubah. Jadi memang perlu ketelitian sebelum memberikan nama anak,’’pungkasnya.amr