Ciptakan Pilkada Damai dan Bersih


PEKANBARU(RPZ) - Ceramah Ustaz kondang Abdul Somad di halaman Masjid Agung An-nur Kota Pekanbaru, Ahad (11/2/2018) malam, membuat ribuan massa yang hadir terpukau. Ia sengaja diundang memberikan tausiah oleh Polda Riau, KPU dan Bawaslu agar Pilkada berjalan damai dan bersih.

Tak sia-sia ribuan massa menunggu UAS, bahkan sejak Ahad sore. Ciri khas ceramahnya yang jenaka namun tajam ini membuat pesan yang disampaikan langsung mengena. Intinya, UAS mengajak masyarakat Riau agar menggunakan hak suaranya untuk memilih pemimpin terbaik.

Ia memfilosofikannya dengan sebuah sungai. Jika air di hilir kotor, maka akan menimbulkan masalah pada hulunya. Sebab itu, semuanya saling berkaitan satu sama lain, dan semuanya mesti benar-benar baik. Begitu pula dalam memilih pemimpin Riau nanti.

“Kalau lah semuanya diawali dari kotor, seperti money politik (politik uang, red) misalnya, maka rusaklah air yang ada dihilirnya. Masyarakat Riau saya yakin sudah cerdas. Jangan mau makan uang haram, dikasih sesuatu untuk memilih, jangan,” kata UAS mengumpamakan, disertai guyonannya.

Filosofi kedua ia tujukan kepada Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) yang bertarung nanti, di mana pastinya akan ada yang menang dan kalah. “Kalau sudah ikut, artinya harus siap menang dan kalah. Yang kalah bukan berarti jelek, karena yang maju ini putra pilihan Riau,” lanjutnya.

Mereka yang terpilih inilah yang nantinya akan menentukan masa depan Riau dalam lima tahun ke depan. Sebab itu, UAS berpesan agar masyarakat dapat menggunakan hak suaranya dengan tepat.

Filosofi ketiga, masih tentang sungai. Ia menggambarkan kalau sungai sebagai jalan air menuju laut lepas. Begitu juga umpanya dengan Pilkada, yang sebetulnya hanya menjadi sarana untuk mendapatkan Gubernur dan wakil Gubernur terbaik, untuk memimpin Riau.

“Ingat, ada sekitar 6,5 juta masyarakat Riau yang dipertaruhkan di sini,” terangnya. Selain itu, Ustaz yang ceramahnya terkenal blak-blakkan tersebut juga mengajak masyarakat agar sama-sama mengawasi setiap proses tahapannya nanti.

Menurutnya, masing-masing orang punya penilaian dan pendapat sendiri terhadap Bapaslon yang akan maju bertarung dalam pesta demokrasi di Riau. Perbedaraan ini diharapkan bukan untuk memecah belah tali silaturahim. “Berlapang dada lah dan jangan sampai merusak silaturahim,” imbaunya.

Filosofi keempatnya tentang sungai yang juga menggambarkan proses Pilkada, adalah saling harga menghargai. Diumpamakannya dengan sebuah kapal yang lewat, di mana menghasilkan ombak besar yang dapat berefek pada orang-orang yang berada di tepian sungai.

“Tangan mencincang, bahu memikul. Setiap yang kita perbuat pasti akan ada efeknya. Maka saling menghargailah. Ibarat naik kapal besar, ombak pasti besar, maka orang di tepian kena efeknya,” sambungnya.

Filosofi terakhirnya tentang sungai ia umpamakan dengan sebuah sampan kecil. Kata UAS, sampan kecil yang berlayar sendirian tentu akan terombang ambing apabila terkena ombak dari kapal besar. “Maka naiklah ke sampan besar, maka kita selamat,” ucapnya menggambarkan perumpamaan tersebut, agar masyarakat tidak salah dalam memilih nanti.

Tak lupa, Abdul Somad berdoa agar Provinsi Riau diberikan pemimpin yang terbaik dan berlaku adil, Sehingga masyarakatnya bisa sejahtera. Dua jam ceramahnya, jemaah yang hadir sukses dibuat sejuk, dan ia berharap, agar keharmonisan itu terus terjaga ke depannya.

Untuk diketahui, Tabligh Akbar ini juga dihadiri oleh Ketua KPU RI, Bawaslu RI, Kapolda Riau Irjen Nandang, Ketua KPU dan Bawaslu Riau, DPRD, petinggi TNI, tokoh masyarakat dan lain sebagainya. Sementara dari jamaahnya, ada yang berasal dari luar Kota Pekanbaru. gr/pm