Pembawa 1 Ton Sabu Diduga Satu Jaringan dengan Wonderlust


riaupotenza.com

BATAM  (RPZ) -- Wakasal Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman mengatakan kapal Sunrise Glory pembawa 1,29 ton narkoba jenis sabu-sabu yang ditangkap di Batam merupakan target operasi (TO) TNI AL sejak Desember tahun lalu.

Achmad mengatakan kapal ini semula diduga membawa seberat 3 ton sabu-sabu, namun sebagian isinya sudah dibongkar terlebih dahulu.

Melihat modus kapal ini mencoba memasuki perairan Indonesia, Wakasal Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman mengungkapkan Kemungkinan Sunrise Glory ini satu jaringan dengan kapal Wonderlust yang sebelumnya menyelundupkan sabu ke Jakarta, tahun lalu.

“Mereka ini mencoba masuk dengan menyisir melalui Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Lalu coba-coba masuk, tapi saat akan dikejar mereka akan keluar dari ZEE. Masuk ke perairan internasional,” ujarnya. Achmad menerangkan sejak Desember tahun lalu, pihaknya menerima informasi ada kapal Sundemen 66 yang akan
mencoba menyelundupkan sabu ke Indonesia.

Sejak saat itu, TNI AL memerintahkan jajarannya untuk memantau setiap pergerakan kapal di perairan Indonesia. “Kami tidak bekerja sendirian, tapi bersama dengan BNN,” tuturnya.

Pada Rabu, (7/2) kapal yang memiliki ciri-ciri yang sama saat melintasi selat Philip. TNI AL mengerahkan KRI Siguror. Saat ditangkap kapal itu menggunakan bendera Singapura. Danguskamla melapor ke Pangmabar, meminta kapal bersama empat krunya itu ditarik ke Batam.

Kapal itu masuk ke Batam, Kamis (8/2) dini hari. Dari awal, kata Achmad pihak TNI AL sudah mencurigai kapal ini adalah yang selama ini jadi target operasi mereka. Oleh sebab itu, TNI AL segera berkoordinasi ke Badan Narkotika Nasional.

Butuh waktu satu hari lebih untuk pihak TNI AL, BNN dan Bea Cukai menemukan sabu tersebut. Sabu itu ditemukan di dalam palka bagian buritan kapal. Sebanyak 41 karung sabu ditemukan di bawah tumpukan karung beras.

Anjing pelacak diturunkan langsung mencium keberadaan sabu-sabu tersebut. Saat masuk berada di atas kapal, anjing pelacak itu menuju bagian buritan kapal. “Setelah dicek, benar ada sabu,” tukasnya.(alan/rpz)