Camat Imbau Masyarakat Waspada

Dua Beruang Berkeliaran


SIAK(RPZ) - Warga Kecamatan Siak dan sekitarnya mendadak heboh. Dua ekor beruang hitam berkeliaran di hutan Arwinas, Siak. Terkait hal ini, pihak Kecamatan Siak mengimbau agar masyarakat waspada. Apalagi hutan lindung tersebut berada di tengah kota.

‘’Kepada masyarakat Kecamatan Siak agar lebih berhati-hati dan waspada karena saat ini di taman hutan Arwinas terpantau beruang hitam berkeliaran,’’ kata Camat Siak, Aditya, menyampaikan imbauan melalui pesan WhatsApp, Kamis (8/2/2018).

Ketika dikonfirmasi ulang, Aditya membenarkan memang dia membuat imbauan tersebut, dan dia sendiri dengan sejumlah pejabat Pemkab Siak sudah melihat langsung beruang tersebut sehingga dia dapat mengambil fotonya.

‘’Masyarakat sudah banyak juga yang melihat. Saat ini kondisi pagar hutan tersebut banyak yang sudah roboh. Ditakutkan dan dikhawatirkan beruang yang berkeliaran itu bisa masuk ke rumah-rumah penduduk setempat dan melukai masyarakat. Maka dari itu Mohon kiranya agar masyarakat lebih waspada dan berhati-hati,’’ imbau Aditya.

Aditya juga menyebutkan, ketika dia melihat dari Jalan Sutomo terpandang seekor beruang kecil. Di Jalan Sapta Taruna juga terlihat beruang yang ukurannya lebih besar.

‘’Diperkirakan ada dua ekor beruang di hutan Arwinas tersebut, dan kita tidak tau dari mana asalnya. Yang jelas, pihak kecamatan sudah berkoordinasi dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau untuk menangkap beruang tersebut,’’ ungkap Aditya.

BKSDA Tangkap Beruang

Pemerintah Kabupaten Siak, dalam hal ini Kecamatan Siak, bergerak cepat. Tak ingin setelah jatuh korban diterkam dua ekor beruang di Hutan Arwinas barulahlah melakukan tindakan.

Camat Siak, Aditya, mengatakan malam ini, Kamis (8/2/2018), pihak Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau berupaya menangkap beruang tersebut. Teknis menangkap hewan dilindungi itu dipancing dengan ikan sarden.

‘’Beruangkan suka makan ikan, ikan sarden sendiri bau hamisnya disukai beruang. Di depan ikan sarden tersebut ada perangkap berupa kerangkeng, begitu beruang tersebut makan ikan sarden dia langsung terperangkap,’’ kata Adiyta yang mengaku mendapat teknis menangkap beruang ini dari pihak BKSDA.

Karena beruang senang makan ikan, ujar Aditya, sore tadi dia sempat melarang warga yang memancing ikan di kolam yang ada di dalam Hutan Arwinas.

‘’Kita takut warga yang memancing itu menjadi korban, makanya untuk sementara waktu kita larang memancing di Hutan Arwinas tersebut. Selain kita melarang warga memancing, kita juga sudah membuat pengumuman agar warga waspada,’’ ungkap Aditya.

Aditya tak habis pikir dari mana beruang tersebut datang, seumur-umur hidup dia baru kali ini mengetahui ada beruang dalam Hutan Arwinas. Selama ini sama sekali tak pernah dengar ada beruang di hutan tersebut. pm/rk