Angkutan Berat Pemicu Utama Kerusakan Jalan Provinsi


riaupotenza.com
JALAN AMBLAS-Jalan penghubung Kabupaten Inhu dan Inhil amblas dan nyaris putus. Hal itu diduga akibat kendaraan bertonase berat kerap melintasi jalan tersebut.

RENGAT(RPZ) - Nasib jalan provinsi yang menghubungkan dua kabupaten di Riau, yakni Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kian memprihatinkan. Tak hanya rusak parah, bahkan sudah mendekati ambang kehancuran.

 Kerusakan itupun dikeluhkan banyak pihak, terutama warga setempat. Mereka minilai jika dalam waktu dekat tidak dilakukan penanganan dan perbaikan yang serius, maka satu-satunya jalan darat yang menghubungkan dua kabupaten itu akan putus.

 Menyikapi hal itu, Camat Kuala Cenaku, Triyatno membenarkan tiga titik terparah jalan provinsi membutuh penanganan serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

 ‘’Sudah pernah saya sampaikan ke Dinas PUPR. Tapi belum dapat tanggapan. Dugaan pemicu kerusakan jalan ini tak lain dan tak bukan akibat angkutan yang bertonase berat, seperti armada yang mengangkut CPO dan abatubara,’’ ujar Triyatno.

 Dijabarkannya, tiga titik jalan provinsi yang mengalami kerusakan parah itu antara lain, dari Rengat menuju perbatasan Kabupaten Inhu-Inhil di Kecamatan Kuala Cenaku, kemudian di Desa Sungai Raya, Kecamatan Rengat serta Desa Pulau Gelang dan Desa Kuala Cenaku di Kecamatan Kuala Cenaku.

 ‘’Tiga titik ini yang terparah. Jalanan amblas akibat dilalui angkutan bertonase berat,” kara mantan Camat Seberida itu.

 Menurutnya, kerusakan parah itu sudah terjadi dalam 5 bulan terakhir. Selain rusak parah, Jalan Lintas Rengat-Kuala Cenaku juga sempit dan padat lalu lintas.

 Senada dengan Triyatni, salah seorang anggota BPD Desa Sei Beringin, Kecamatan Rengat, Said Sulaeman mengatakan, jalan penghubung Kabupaten Inhu dengan Kabupaten Inhil itu rusak parah setelah dilintasi angkutan Batubara dari Kecamatan Batang Peranap dan Kecamatan Peranap menuju Pelabuhan di Kecamatan Kuala Cenaku.

 “Setiap harinya puluhan unit armada batubara berkapasitas 40 ton per unit selalu melintasi jalan lintas Kuala Cenaku,” papar Said.

 Beban armada Batubara tersebut tidak sesuai dengan kelas jalan berkapasitas Kelas III C yang seyogyanya harus dilintasi armada dengan maksimal muatan sumbu terberat (MST) 8 ton.

 ‘’Anehnya, tindakan atau larangan dari instansi terkait justru tidak ada. Apakah ini ada pembiaran,’’ keluhnya mempertanyakan kinerja instansi terkait.

 Kasatlantas Polres Indragiri Hulu AKP W Wahyudi juga sebelumnya berpendapat bahwa mobil bertonase berat salah satu pemicu kerusakan jalan lintas disepanjang Kecamatan Kuala Cenaku. Hal itu berdasarkan sidak kondisi jalan di sepanjang Kecamatan Kuala Cenaku yang ia lakukan beberapa waktu lalu.

 ‘’Akibatnya kerusakan itu, jalan ini pun menjadi rawan kecelakaan. Salah satu titik rawan Lakalantas berada di KM 225 Desa Pulo Gelang dan, KM 231 Desa Teluk Sungkai

Dua titik tersebut tercatat jalan terparah karena bahu badan jalan di kiri dan kanan  mengalami kerusakan  mencapai 70 persen,’’ terang Wahyudi.

 Sebagai langkah antisipasi tidak terjadinya laka lantas, setiap harinya personil Polantas harus mengatur lalin di lokasi.

 “Anggota Lantas selalu disiagakan untuk mengatur lalin ditambahkan dengan pemasangan spanduk agar pengendara lebih ekstra berhati-hati saat melintasi daerah tersebut,” lanjutnya berharap kerusakan jalan tersebut segera mendapat perhatian dari Instansi terkait, baik Pemkab Inhu maupun Pemprov Riau.kus