Elpiji Dibawah Rp25.000, Mimpi Kali


BATANGCENAKU(RPZ) - ”Mimpi kali kalau harga eceran elpiji dibawah Rp25.000,’’ celetuk salah seorang ibu rumah tangga di Desa Bukit Lipai, Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Siti (34) kepada wartawan Indragiri, Senin (5/2).

 Pernyataan itu diungkapkan Siti karena kesal terhadap beberapa kios dan pengecer gas subsidi yang menjual gas elpiji 3 kg sebesar Rp30.000. Padahal, setaunya gas elpiji 3 kg merupakan subsidi pemerintah dan seharusnya lebih murah.

 ‘’Katanya disubsidi pemerintah dengan harga di bawah Rp20.000. Tapi kenyataannya malah mahal sekali,’’ keluhnya.

 Senada dengan Siti, ibu rumah tangga asal Desa Kuala Kilan, Uni (45) menyebutkan sudah bukan rahasia lagi bahwa gas subdisi 3 kg yang katanya murah itu malah dijual mahal.

‘’Ini namanya bukan mensejahterakan masyarakat, tapi mengambil untung diatas kesusahaan orang lain,’’ kesalnya.

 Terkait keberadaan elpiji 3 kg yang dijual bebas menjadi keluhan warga. Indra (38) warga lainnya menyebut pengusaha warung elpiji bukan saja mengambil di kilang setempat, tapi juga dari penyuplai luar wilayah.

 ‘’Pemerintah selalu menganggap sukses penyaluran dana bantuan atau subsidi. Namun pada kenyataannya di lapangan berbeda atau terbalik. Istilahnya, mana yang dekat dengan penguasa ia yang dapat,’’ ungkap Indra.

 Kendati demikian, sebenarnya harga elpiji di Desa Kuala Kilan dan sekitarnya normal, namun stok terbatas. Sehingga walau pakai nomor antrian tetap saja masyarakat ada yang tidak kebagian.ono