Seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) diringkus aparat

Kumpulan Masyarakat Rencana Serang Guru


ROHUL(RPZ) - Guru yang maksud adalah seorang pria berinisial AR (52), warga Lengkopan, Kecamatan Rambah. Dia diketahui merupakan salah seorang guru di SDN 018 Kecamatan Rambah.

Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK MH melalui Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Harry Avianto SIK mengatakan, AR diringkus anggota Polres Rohul dengan tuduhan melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Berawal, ungkap AKP Harry, pada Jumat (26/1) sekitar pukul 14.00 WIB anggota piket Reskrim mendapatkan informasi bahwasannya ada banyak massa sedang berkumpul di daerah Lenggopan, Kecamatan Rambah. Di mana, masyarakat yang berkumpul ini akan melakukan upaya pencarian dan penyerangan terhadap salah seorang oknum guru SDN 018 Rambah yang diduga kuat melakukan pelecehan seksual terhadap lima muridnya.

Atas anggota unit PPA Sat Reskrim Polres Rohul dan beberapa anggota piket lainnya langsung menuju lokasi yang dimaksud. Setibanya di sana bahwa benar ditemukan sekumpulan massa yang akan melakukan penyerangan terhadap yang diduga keras pelaku pelecehan seksual terhadap para muridnya. Kemudian anggota piket di lokasi berupaya untuk meredam massa dengan memberi pengertian bahwa perkara ini akan ditangani oleh pihak kepolisian dengan cepat.

“Kemudian kita mendapatkan informasi keberadaan pelaku berada di daerah Pasar Lama Kelurahan Pasir Pengaraian. Di sana dilakukan penangkapan terhadap terduga. Kemudian kita giring ke Mapolres Rohul untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,” ungkap AKP Harry, Senin (29/1).

Lebih lanjut dikatakan AKP Harry, berdasarkan keterangan saksi dan korban yakni murid SD 018 Rambah, diantaranya berinisial R, S, R, N dan H, dugaan pencabulan dilakukan AR terhadap lima anak didiknya itu berlangsung sejak satu bulan terakhir.

Dugaan pencabulan dilakukan pelaku AR terhadap anak muridnya yang rata-rata masih duduk di kelas VI SD 018 Rambah ini berawal pada awal Januari 2018 lalu, sekitar pukul 10 WIB pagi. Saat itu, para korban sedang belajar di salah satu ruang kelas.

Kemudian, pelaku AR mendekati salah seorang anak murid atau siswinya itu. Tanpa basa basi, AR merangkul bahu korban sebelah kanan dan langsung meremas bagian vital korban.

“Usai melakukan aksinya pelaku pergi. Kejadian serupa juga dilakukan pelaku terhadap empat murid lainnya,” ungkap AKP Harry, menerangkan saat ini pelaku sedang diproses penyidik Polres Rohul. pm/mx