Ketua Rampok Bersenpi Digulung


riaupotenza.com
Kapolres Siak didampingi Kasat Reskrim memperlihatkan barang bukti Senpi sitaan dari para pelaku spesialis Curat alat berat.

SIAK(RPZ) - Kerja keras tim opsnal Sat Reskrim Polres Siak dalam mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) bersenjata api (senpi) tidak sia-sia. Meski memakan waktu hampir duapuluh hari di Lapangan hingga keluar dari Wilayah hukumnya, tim pimpinan Kasat Reskrim AKP Hidayat Perdana SH SIk tersebut membuahkan hasil. Tiga pelaku, Tod alias Har (56), Al (29) dan Ab (26) berhasil dibekuk di dua lokasi berbeda di Pekanbaru.

Sementara dua pelaku yang bertindak sebagai kepala gank dan pemilik senpi, Ak dan penadah, A, masih dalam pengejaran. Keduanya telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolres Siak AKBP Barliansyah SIK, Jumat (26/1) di Mapolres Siak menjelaskan, tiga pelaku tersebut ditangkap berdasarkan laporan Ar (31) warga Sri Gemilang, Koto Gasib, Siak atas kasus pencurian komponen alat berat di Lahan sawit Rawang Air Putih, Rempak, Siak pada 27 Desember 2017 silam. Pelaku merupakan sindikat spesialis curas alat berat dan untuk di Wilayah hukum Polres Siak saja sudah beraksi di dua TKP, yakni Rawang Air Putih dan Dayun.

Senpi yang berhasil disita, jenis FN warna hitam kaliber 9mm merk Brining Hi Power automatic Belgium  lengkap dengan satu buah magazine dan tiga butir peluru aktif yang terpasang. Selain itu ada juga kunci-kunci termasuk kunci T yang digunakan para pelaku untuk mempreteli alat berat yang digasaknya.

Digolongkan Curas, karena dalam melakukan aksinya, para pelaku mengancam dan menganiaya korbannya. Saat kejadian, para pelaku yang sejatinya berjumlah empat orang, memborgol dan melakban mulut serta mata korban, MA. MA adalah penjaga alat berat jenis esxavator milik pelapor, Ar.

Setelah berhasil melumpuhkan MA yang tidak berani melawan karena langsung ditodong senpi, kawanan ini dengan leluasa menggasak komponen bernilai puluhan juta pada alat berat tersebut.

Untungnya, MA berhasil mencari pertolongan setelah bersusah payah merayap ke kebun warga lain yang ada penjaganya. Dibantu penjaga kebun bernama Pras, lakban mulut dan mata MA dibuka.

Sementara borgol, dibuka dengan cara dipatahkan di Mapolsek Siak setelah MA melapor ke pemilik kebun dan pemilik alat berat yang lalu meneruskannya ke pihak Kepolisian.

“Setelah menerima laporan, kita tugaskan tim opsnal dipimpin Kasat Reskrim AKP Hidayat Perdana SH Sik untuk lidik. Dan hasilnya, Alhamdulillah tiga dari empat pelaku berhasil kita tangkap di Pekanbaru, Dua kita tetapkan sebagai DPO, yakni satu yang ikut serta dan satu diduga sebagai penadah,” ungkap Kapolres.

Yang pertama ditangkap, adalah Tod di rumahnya Jalan Harapan Raya, Pekanbaru pada 16 Januari 2018. Dirumah Tod inilah ditemukan kunci-kunci dan senpi. Setelah dikembangkan, berikutnya giliran Al dan Ab dibekuk di Garuda Sakti, Payung Sekaki, Pekanbaru esok harinya (17/1).

“Atas perbuatannya, para pelaku akan kita kenakan pasal 365 KUHPidana ayat 1 dan ayat 2 ke (2) jo 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. pm/mx