Tersangka pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya Dimas Surya (17), siswa SMK N 1 Kelayang, diamank

‘’Ini Gengsi Antar Kampung Pak’’


INDRAGIRI HULU(RPZ) - Tersangka berinisial AY alias YN (29) saat diperiksa mengakui terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap Dimas Surya.

Dalam pengakuannya kepada penyidik Polsek Kelayang, AY memukul bagian kaki dan paha korban sebanyak dua kali. Selain itu, Polisi juga masih mendalami keterangan AY dan mencari pelaku lainnya.

Kejadian tewasnya Dimas Surya pada 1 Oktober 2017 lalu diduga dilakukan lebih dari lima orang pelaku. Sejauh ini, Polisi sudah mengamankan dua orang tersangka termasuk AY.

Kapolres Inhu, AKBP Arif Bastari SIK MH melalui Paur Humas Polres Inhu, Ipda Juraidi mengungkapkan bahwa tersangka AY berhasil diamankan dalam pelariannya selama ini.

“Tersangka AY diketahui berada di sebuah pondok yang berlokasi di Dusun V Karang Indah, Desa Talang Durian Cacar, Kecamatan Rakit Kulim,” papar Juraidi.

Proses penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kelayang, AKP Buha Siahaan berserta anggotanya.

Terpisah, Kapolsek Kelayang AKP Buha Siahaan saat dikonfirmasi, Selasa (23/1) mengatakan bahwa pelaku sudah sering berpindah-pindah dari satu pondok ke pondok lain di kebun milik warga hanya untuk menghilangkan jejak dari kejaran pihak kepolisian.

Setelah diamankan, pihak Kepolisian Polsek Kelayang juga melakukan pra rekon peristiwa pengoroyokan terhadap korban (Dimas Surya,red).

Melalui hasil pra rekon terungkap bahwa para pelaku sengaja menghabisi nyawa korban yang tidak berdosa itu hanya karena gengsi antar kampung.

“Para pelaku mengetahui bahwa korban bukanlah berasal dari kampung mereka, sehingga mereka nekat melakukan pengeroyokan itu. Ini gengsi antar kampung pak,” ungkap Kapolsek Kelayang, AKP Buha Siahaan seperti menirukan perkataan AY.

Melalui hasil pra rekonstruksi juga terungkap bahwa para pelaku melakukan pengeroyokan dengan menggunakan beda tumpul, yaitu kayu bulat.

“Saat pra rekon, tersangka juga mengakui membuang kayu bulat yang dia gunakan untuk memukuli korban, dan kita meminta agar tersangka menunjukan lokasi di mana kayu itu dibuang,” kata Buha.

Berdasarkan pengakuan tersangka, Polisi menemukan kayu bulat yang digunakan pelaku. Saat ini kayu itu sudah diamankan sebagai barang bukti dalam perkara ini.

Tidak berhenti di sana, Polisi juga masih terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Seperti yang diungkapkan tersangka AY, bahwa ia hanya memukul sebanyak dua kali namun Kapolsek tidak langsung percaya begitu saja.

“Itukan pengakuan dia, kita masih mendalami itu,” katanya.

Pasalnya bila melihat kondisi korban yang tewas dengan luka parah di bagian kepala dan sejumlah bagian tubuh lainnya, diperkirakan korban mendapat pukul benda tumpul yang sangat banyak.

Selain itu, Polisi juga masih mendalami keterlibatan tersangka lainnya. Dan pihaknya sudah mengantongi sejumlah nama. Namun dirinya tidak bisa menyebutkan persis nama-nama yang diperoleh dari pengakuan tersangka AY. Hal ini menyangkut dengan kelancaran proses penyelidikan.

“Ada sejumlah nama yang disebutkan, tapi masih kita dalami dulu,” kata Kapolsek Buha Siahaan.

Saat pemeriksaan tersangka AY, Polisi juga menghadirkan keluarga korban. Juwito, kakek korban yang selama ini merawat Dimas Surya mengaku senang dengan kerja Kepolisian Polsek Kelayang.

“Saya mengucapkan terimakasih, karena ternyata Polisi masih bekerja sehingga bisa menangkap seorang tersangka lainnya,” ungkap Juwito haru.

Dirinya juga berharap agar para pelaku lainnya yang diperkirakan lebih dari tujuh orang juga bisa ditangkap. pm/rpg