Belum Mandiri, PAD Meranti Hanya Nyumbang 5% Bagi APBD


riaupotenza.com

SELATPANJANG(RPZ)-Kata kemandirian bagi Kabupaten Kepulauan Meranti jauh dari harapan, hal itu sempat dibenarkan oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs H Irwan Nasir Msi belum lama ini.

Pasalnya pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kepulauan Meranti hanya menyumbang 5 persen bagi APBD 2017. Akibatnya hingga saat ini Pemda Meranti hanya mengharapkan pendapatan dari sektor dana perimbangan.

"Selama ini APBD kita dari sektor PAD hanya berkisar 5 persen, seharusnya PAD harus 17 persen, baru bisa dikatakan kabupaten mandiri. Banyak sektor PAD yang tidak mencapai target, akhirnya kita hanya bisa mengandalkan dana perimbangan. Padahal dana itu belum jelas," kata Bupati Irwan awal pekan lalu.

Data dari Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kepulauan Meranti, dari sebelas item pajak daerah yang menjadi sumber PAD Kabupaten Kepulauan Meranti 2017, hanya 3 item saja yang surplus. Sementara sisa 8 item lainnya dinyatakan tidak mencapai target.

Ketiga item pajak daerah yang dimaksud diantaranya, pajak restoran, pajak reklame dan pajak penerangan jalan. Sementara potensi pajak lainnya tidak sampai 80 persen, bahkan ada yang hanya terealisasi 21 persen dari target.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terdiri dari Pajak Daerah tahun 2017 tercatat targetnya sebesar Rp10.304.939.739, namun hanya terealisasi Rp9.215.338.831 saja.

Adapun pajak yang tidak mencapai target tersebut adalah pajak sarang burung walet hanya 21.38 persen dimana targetnya Rp100.000.000, yang terealisasi hanya Rp21.382.850

Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2) hanya 62.49 persen, dimana target Rp2.000.000.000 namun yang terealisasi hanya Rp1.249.891.996. Pajak Air Tanah hanya 34.71 persen, dimana target Rp60.000.000 yang terealisasi hanya Rp20.825.757. 

Sementara Pajak Tempat Hiburan hanya 71.11 persen, dimana target Rp200.000.000 namun yang terealisasi hanya Rp142.225.787. Pajak Hotel hanya 72.06 persen, dimana target Rp850.000.000 yang terealisasi hanya Rp612.518.253. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan hanya 16.21 persen, dimana target Rp150.000.000 yang terealisasi hanya Rp24.317.570.


Sedangkan retribusi daerah yang terdiri dari Retribusi Jasa Umum, Retribusi Jasa Usaha dan Retribusi Perizinan Tertentu hanya 71.33 persen, dimana target yang ditetapkan  Rp2.898.200.000, namun yang terealisasi hanya Rp2.067.161.304.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kepulauan Meranti, Ery Suhairi mengatakan bahwa pihaknya pada tahun ini akan mengoptimalkan semua sektor pajak dan retribusi.

"Tahun ini akan kita optimalkan semua sektor pajak dan retribusi, mudah mudahan tercapai target," kata Ery Suhairi, Minggu (14/1) siang.


Photo: Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti