Begal di Pematang Duku, Korbannya Dua Orang


riaupotenza.com
Syaiful Nizan (29) warga RT 01/RW.01, Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi korban perampokan.(foto.dok)

BENGKALIS (RPZ) —  Peristiwa perampokan uang sebesar Rp 70 juta dengan cara di “begal” ini ternyata korbanya tak sendiri. Selain Syaiful Nizan (29), ternyata rekannya Ijan juga turut menjadi korban, akan tetapi Ijan selamat dari maut karena berhasil melarikan diri.

Sedangkan korban Syaiful Nizan yang membawa uang sebesar Rp 70 juta dalam tasnya dihabisi oleh pelaku “begal” dan sempat lari kedalam semak. Namun, upaya itu terhenti setelah korban dipukul dari belakang oleh pelaku. Syaiful Nizan alias Nizan ini dari kediamannya RT 01/RW.01, Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti berangkat bersama Ijan rekannya. Nizan dibonceng dengan sepeda motor Jupiter milik Ijan, Rabu (10/1/2018) lalu.

Rencananya mereka hendak menuju Desa Parit III, Desa Pambang, Kecamatan Bantan untuk membeli ikan dan motor jaring. Namun naas ditengah perjalanan tepatnya di Jalan Kampung Banja, Desa Pematang Duku, Kecamatan Bengkalis mereka dicegat oleh kelompok “begal” dan uang yang dibawa Nizam dirampok.

Menurut Hefrizal (34) warga Desa Bandul yang merupakan abang ipar korban, Minggu (14/1/2018) kemarin kepada Riaupotenza.com mengatakan, menurut keterangan Ijan rekan korban yang selamat, peristiwa perampokan itu terjadi pada malam hari, sekitar pukul 20.00 WIB.

Korban dibonceng oleh Ijan, dan saat itu Ijan juga sempat dipukul oleh para pelaku. Setelah dipukul dia mengaku tidak tahu lagi, karena korban Nizan sempat lari ke dalam semak belukar di sekitaran Jalan Desa Pematang Duku.

“Menurut keterangan Ijan, rekan adik ipar saya itu. Dia (ijan) juga sempat dipukul, tapi setelah itu baru Nizan, karena Nizan ketakutan dia langsung lari, dan dikejar oleh pelaku sampai lari kedalam semak belukar, setelah itu Ijan mengaku tidak melihat lagi bagaimana kondisi adik ipar saya,”kata Hefrizal.

Menurut Hefrizal lagi, ijan adalah rekan adik iparnya yang bermukim di Desa Muntai. Sedangkan Nizam, sendiri menetap di Desa Bandul bersama istrinya. Nizam merupakan anak dari tiga bersaudara.

“Adik ipar saya itu anak ketiga dari tiga bersaudara. Adiknya adalah istri saya, jadi korban dalam kasus itu ada dua, Ijan dan Nizan. Ijan itu temannya anak Muntai, dan saya tidak tahu juga nama aslinya, sedangkan adik ipar saya itu nama aslinya adalah Syaiful Nizan,”paparnya.

Hefrizal mengatakan, setelah mendapat kabar jika adik iparnya meninggal Minggu (14/1/2018) dinihari sekitar pukul 03.25 WIB. Ia bersama istrinya, langsung mendatangi kediaman korban dan berkumpul bersama keluarga dikediaman, dan turut serta memakamkan jenazahnya.

“Saya sangat sedih, terutama istri saya. Karena setahu saya, memang Nizan itu menuju ke Pambang untuk beli ikan dan kapal motor jaring. Tapi diperjalanan, Allah SWT berkata lain,”terangnya.(kar)