Akses Jalan Kuba Parah

Dua Hari 2 Malam Terjebak Macet


riaupotenza.com
Terlihat satu unit mobil terpuruk di jalan lintas kuba karena masuk ke dalam lobang.

KUBA (RPZ) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rohil terutama Dapil Kubu diminta lebih bekerja keras memperjuangkan realisasi perbaikan Jalan Lintas Kuba. Sebab, kerusakan jalan bukan saja menyebabkan banyak kecelakaan tapi juga menyebabkan ekonomi masyarakat menurun.

Baru-baru ini, masyarakat pengguna jalan Kuba disusahkan dengan terjadinya antrian panjang. Kemacetan ini hingga memakan waktu 2 hari 2 malam lamanya di Jalan Lintas Kuba. Hal ini dikarenakan adanya kerusakan jalan lintas di Kecamatan Kubu Babussalam (Kuba) menuju Kilometer 0, Kecamatan Bangko Pusako.

Kerusakan jalan itu sudah semakin parah, para pengguna jalan terpaksa mengantri hingga 2 hari 2 malam di jalanan, karena banyak mobil yang terguling dan terpuruk ke dalam lobang.

Rusaknya jalan ini sudah mencapai puluhan tahun lamanya. Bahkan Bupati Rohil H Suyatno AMp, tiap kali melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Kubu dan Kuba, kerap kali mengatakan kecamatan tertua di Rokan Hilir itu belum merdeka.

Namun, kalimat-kalimat tersebut hanya sebatas angin lalu, tidak didasari makna, dalam membangun infastruktur jalan yang menjadi urat nadi bagi masyarakat.

Bahkan putra terbaik Kecamatan Kubu, banyak yang duduk di bangku legislatif sebagai wakil rakyat, namun tak memiliki daya memperjuangkan aspirasi masyarakat, dalam memperbaiki Jalin Kuba tersebut. Padahal kondisi jalan itu sudah berlangsung kian lama.

Dengan kondisi jalan yang semangkin rusak parah, membuat rakyat semangkin mederita, bahkan keluhan itu sudah menjadi turun temurun dirasakan masyarakat Kubu dan Kuba. Namun pemerintah hanya saja duduk manis di bangku kekuasan tanpa melihat jeritan rakyat.

“Persoalan Jalan Kuba bukan masalah baru lagi, tapi sudah puluhan tahun dirasakan masyarakat, namun hingga saat ini belum ada solusi yang diberikan pemerintah,” kata warga Kepenghuluan Teluk Nilap, Zahrul Suafi SE kepada riaupotenza.com, Jumat (12/1) di Kecamatan Kuba.

Lanjut Zahrul, banyak masyarakat yang mengaku kesal terkait kondisi jalan itu, bahkan pengguna media sosial kerap kali mengunggah di dunia maya dan kini menjadi viral di Facebook.

“Dengan rasa kesal melihat jalan itu, banyak warganet yang memfoto dan mengunggah di Facebook,” jelasnya.

Dikatakan Zahrul, Pemkab Rohil tidak bisa mengedepankan alasan dengan mengatakan kondisi keuangan Rohil mengalami defisit anggaran. Sebab, defisit yang terjadi saat ini hanya baru sekitar dua tahun terakhir.

“Tidak ada alasan soal defisit, yang penting ada kepedulihan pihak-pihak yang kompeten, jadi soal defisit tidak bisa menjadi alasan pemerintah yang penting pola pembangunan itu ada. Kalau kita amati Kecamatan Kubu dan Kuba sangat dianaktirikan sekali,” ujarnya.

Dikatakan Zahrul Syaufi, jalan itu merupakan akses yang sangat fital bagi masyarakat di lima kecamatan, yakni Kecamatan Kubu, Kuba, Pasir Limau Kapas, Pekaitan dan Bangko Pusako. Bahkan tak jarang banyak warga yang kecelakaan hingga ada korban jiwa.

“Banyak yang meninggal dan melahirkan di jalan dan tak jarang juga pengguna jalan banyak jatuh, karena menabrak lobang yang berserakan di sepanjang jalan ini,” ujarnya.

Zahrul Saufi berharap, agar kiranya Pemkab Rohil dapat memberikan perhatian khusus, terkait kondisi jalan itu. Karena memang jalan ini menjadi urat nadi bagi masyarakat yang ada di lima kecamatan itu.

“Kondisi jalan itu cukup menghambat bagi pelayanan kesehatan bagi masyarakat, sebab tim medis sulit membawa pasien yang dirujuk keluar kecamatan. Selain itu, sangat menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Harapan kita ada perhatian serius dari Pemda untuk melakukan perbaikan Jalin Kuba,” pungkasnya.pzl