Peserta Pilkada Inhil Jalani Tes Kesehatan

Pemimpin Rakyat Harus Sehat


riaupotenza.com
FOTO BERSAMA-Tiga pasang calon Bupati dan Wakil Bupati foto bersama sebelum melakukan tes kesehatan di RS Arifin Ahmad Pekanbaru, Jumat (12/1).

PEKANBARU-Setelah tahapan pendaftaran selesai, kini para bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) melakukan tahapan selanjutnya, yaitu tes kesehatan. Ketiga pasangan calon mulai melaksanakan pemeriksaan kesehatan fisik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, Pekanbaru.
 
Dirut RSUD Arifin Achmad, Nurzeli Husnedi menyebutkan, sesuai dengan keputusan KPU nomor 231, maka RSUD ditunjuk melakukan tes untuk para calon. Ini sesuai dengan petunjuk teknis standar kemampuan jasmani dan rohani serta standar pemeriksaan kesehatan bebas narkotika
 
‘’Pagi ini (kemarin, red) para calon kepala daerah mulai melakukan tes kesehatan. Pemeriksaan dibagi dalam dua kelompok, pertama kepala daerah tingkat provinsi kemudian kedua kepala daerah tingkat kabupaten,’’ kata Dirut RSUD Arifin Achmad, Nurzeli Husnedi, Jumat (12/1).
 
Semua calon kepala daerah, baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten dikumpulkan dalam satu ruangan, sesuai dengan pengelompokannya. Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) melakukan tes fisik dan narkoba.
 
‘’Sementara calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil besok (hari ini, red) spikologi dan psikatrik. Khusus untuk yang tes psikologi, para calon kepala daerah dan wakilnya ini dikumpulkan dalam satu kelas. Masing-masing diminta mengisi lembar soal yang sudah disiapkan para tim kesehatan, terdiri dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Badan Narkotika Nasional (BNN) serta dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMSI),’’ papar Nurzeli.
 
Nantinya, masing-masing kelompok pemeriksan kesehatan para calon kepala dan wakil kepala daerah ini akan dilaporkan kepada tim koordinator tim kesehatan yang dipimpin oleh dr Sykri Delam SPOG.
 
Melalui tim koordinator ketiga tim kesehatan pemeriksa kesehatan para kepala dan wakil kepala daerah ini akan membuat laporan, lalu diplenokan untuk membuat kesimpulan.
 
‘’Setelah itu, hasil yang sudah diplenokan itu baru disampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau. Ada 3 kelompok, Tim IDI, HIMSI dan BNN. Ketiganya dikoordinatori oleh dr supri zailan SPOG,’’ papar Nurzely.
 
Lebih lanjut, waktu yang diberikan kepada tim kesehatan hingga 15 Januari ke depan. Karena itu menurut Nurzeli lagi, bisa saja nantinya ada pemeriksaan kesehatan tambahan, jika memang diperlukan.
 
Lebih lanjut,  tim pemeriksa para paslon itu merupakan dokter yang independen. Pihaknya, telah menyiapkan 30 orang dokter yang bertugas. 
 
“Tim dokter yang dipersiapkan 30 orang. Dan mereka sudah disumpah sesuai tugas yang dilaksanakanya. Juga, turut ada dari Psikologi dan BNN Riau. Yang kalau ditotal keseluruhanya ada 60 orang yang bertugas pada kegiatan ini,” katanya.
 
Komisioner KPU Riau divisi teknis, Abdul Hamid mengatakan, pihaknya nanti akan hanya menerima hasil dari pemeriksaan tes kesehatan dari pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Riau, yang terbagi dari beberapa tim. Hasilnya menurut dia hanya ada dua, yakni memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat.
 
Ditanyakan apakah jika tidak memenuhi syarat pasangan bakal calon akan didiskualifikasi, menurut Hamid, pihaknya akan mempertimbangkan, sesuai dengan aturan.
 
“Nanti akan kita lihat, apakah calon memenuhi syarat atau tidak. Kalau tidak, nanti kita pertimbangkan sesuai dengan aturan yang berlaku, apakah dilanjutkan atau tidak,” tuturnya.
 
Jika hasil pertimbangan memang tidak bisa dilanjutkan, maka salah satu pasangan calon tersebut akan didiskualifikasi, dan digantikan dengan bakal calon yang lain.
 
“Misalnya wakilnya tidak memenuhi syarat, maka wakilnya diganti dengan calon yang lain. Kalau tidak mau ganti, berarti dua-duanya gugur pasangan tersebut,” ujarnya.

Ada pun hasil pemeriksaan tes kesehatan tersebut akan diserahkan pihak IDI ke KPU Riau, Senin (15/1) atau Selasa (16/1) mendatang.

Sementara itu, salah satu Calon Bupati Indragiri Hilir, HM Wardan usai tes mengatakan, tes kesehatan itu adalah salah syarat yang wajib dijalani oleh masing-masing calon kepala dan wakil kepala daerah.
 
“Karena kalau tidak sehat, tentu tidak layak menjadi pemimpin rakyat. Ini adalah syarat yang wajib. Dulu Saya waktu mencalonkan diri juga menjalani ini,” tutur Wardan.yan