Rumah Warga di Jalan Sultan Syarief Kasim Duri Dibobol Maling

Maling Gasak Uang dan Emas Saat Rumah Ditinggal Kosong


riaupotenza.com
Jendela yang dicongkel maling untuk masuk ke dalam rumah.   (win)

DURI (RPZ) -- Kasus pencurian di Kota Duri, Kecamatan Mandau dan Kecamatan Bathin Solapan akhir-akhir ini makin menjadi-jadi saja. Bayangkan saja, mulai dari kasus kehilangan uang dalam celengan secara tak wajar, sampai kasus pencurian skala besar pembobolan rumah. Celakanya, kasus kejahatan yang satu ini marak pula terjadi diwilayah hukum Polsek Mandau yang luas ini. Luas karena cakupan wilayahnya meliputi dua kecamatan sekaligus, Kecamatan Mandau dan Kecamatan Bathin Solapan.

Kasus yang terakhir ini terjadi dan menimpa salah satu rumah di Jalan Sultan Syarief Kasim - Duri, Ahad (7/1). Rumah yang menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan yang satu ini adalah rumah milik Bapak Said Amiruddin. Rumah Pak Said ini diduga 'dikerjakan' oleh spesialis pembobol rumah. Dimana rumah korban dibobol maling saat kondisi rumah dalam keadaan kosong, karena ditinggal keluar sang pemilik dan penghuni rumah.

Karena kosong, si pencuri dengan leluasa mengobrak-abrik isi rumah. Terutama lemari pakaian yang biasanya menjadi tempat penyimpanan uang atau perhiasan berharga seperti emas. Sehingga isi lemari pun jadi berantakan tak karuan dibuatnya.

Setelah mengobrak-abrik lemari, pencuri berhasil menggasak sejumlah uang dan emas. Hal itu seperti disampaikan langsung korban Said Amiruddin kepada riaupotenza.com, Jumat (12/1) kemarin.

"Barang-barang yang dicuri itu cuma uang dan emas saja, yang lain seperti peralatan elektronik tak ada yang hilang. Uang ada sekitar Rp10 juta dan emas sekitar 50 emas," ujar Said menjelaskan seraya mentotal seluruh kerugian atas kejadian tersebut sekitar hampir Rp100 juta.

Dijelaskannya, pelaku masuk dari jendela samping rumah yang berbatasan dengan pagar TK setinggi dua meter sebelah rumah. "Malingnya masuk dengan mencongkel jendela itu dan membongkar besi teralisnya," beber Said.

Kasus pencurian itu baru diketahui korban Ahad malam sekira pukul 20.30 WIB, pas saat korban dan keluarganya baru saja sampai dari luar kota dari Pekanbaru. Dimana, saat keluar kota rumah ditinggalkan pada jam 07.00 WIB pagi. "Jadi, pencuri ini beraksi sejak rumah ditinggalkan dari jam 07.00 pagi sampai jam 20.00 WIB malam lah pas kita pulang," jelas Said lagi.

Atas kejadian tersebut, malam itu juga korban langsung melaporkan kasus pencurian itu ke Polsek Mandau. Namun sayang, sampai saat ini pihak korban belum mengetahui apa perkembangan daripada kasus pencurian yang merugikan korban hampir mencapai Rp100 juta itu.

"Kita mengharapkan kepada pihak kepolisian agar dapat mengusut tuntas kasus ini, dan dapat secepatnya menangkap pelakunya. Karena kasus seperti ini tidak terjadi ditempat saya saja, tapi juga ditempat lainnya sekitar sini. Kasus pencurian ini sudah meresahkan masyarakat kita disini," pungkasnya.  (win)