Ketua TP4D : "Upaya Pendampingan Telat"

Turap Box Culvert "Parah", Bupati Akan Minta Pendampingan ke TP4D 


riaupotenza.com
Kondisi Box Culvert, Jalan Lingkar Dorak Kabupaten Kepulauan Meranti.

SELATPANJANG(Pepos)-Bupati Kabupaten Kepupauan Meranti Drs H Irwan Nasir Msi, sorot pembangunan turap dari box culvert, Jalan Lingkar Dorak Kabupaten Kepulauan Meranti. 

Pekerjaan yang diakomodir oleh Dinas Pekerjaam Umum Penataan Ruang, Permahan dan Kawasan Permukimam Kabupatem Kepulauan Meranti tersebut, memang sangat memprihatinkan. 

Pasalnya turap box culvert yang baru saja dikerjakan pada akhir 2017 lalu dengan anggaran Rp 741.803.000 memang terlihat patah dan hampir tumbang. 

Adanya hal itu, Irwan Nasir sempat keluhkan sikap pejabat terkait, atas pembangunan tersebut. Menurutnya yang memiliki kepentingan sering menghilang ketika dibutuhkan, "Ketika dicari tidak ada. Seperti lari dari masalah," ungkapnya, Rabu (10/1) siang. 

Menurutnya, sepanjang tidak ada kerugian negara kenapa mesti takut. "Kalau mau lari, jangan balik balik lagi senang hati. Ini balik lagi," tambahnya.

Menghindari ketakutan itu, dijelaskan Irwan Nasir, saat ini di Meranti ada beberapa intansi yang melakukan pengawalan atas penyaluran anggaran negara, salah satunya Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah Daerah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Meranti.

"Untuk itu tidak perlu takut, nanti kita minta TP4D Kepulauan meranti untuk melakukan pendapingan. Menyikapi hal itu juga kita minta dinas terkait lakukan upaya kordinasi dengan mereka TP4D," ujarnya. 

Menanggapi pernyataan Irwan Nasir, melalui telphone genggam, Ketua TP4D Kejari Kepulauan Meranti Ade Maulana SH MH naik pitam. Menurutnya keberadaan TP4D sudah siring di sosialisasikan ke semua perangkat daerah, tapi masih ada yang tidak mengerti tupoksi dari TP4D tersebut.

Diungkapkan Ade Maulana, sepanjang 2017 tidak ada satupun OPD Meranti yang minta pedampingan ke TP4D Kejari Meranti. "Mana ada mereka minta pendampingan ke kita selama ini," sebut Ade. 

Menurutnya, pendampingan itu mestinya dari awal berjalannya anggaran belanja, dan tidak dilakukan setelah pekerjaan itu dilaksanakan. "Minta pendampingan itu dari awal perencanaan, kalau sudah dikerjakan dan pekerjaannya hancur, baru minta pendampingan ke kita, kan sangat lucu," tekan Ade Maulana. 

Sejauh ini, Intel Kejaksaan terus memantau realisasi pekerjaan tersebut. Ia pun mengaku sangat mengerti hasil dari perkajaan itu," mulai dari awal sampai saat ini kami terus pantau, bukan dari TP4D, melainkan Intel Kejaksaan Negeri Meranti," ujarya.(Wir)