Langgar Sumpah, 4 Pejabat Struktural Meranti Non Job


riaupotenza.com
Pelantikan 228 PNS lingkun Pemda Kabupaten Kepulauan Meranti akhir pekan lalu.

SELATPANJANG(RPZ) - Untuk menghindari stigma tidak baik oleh masyarakat terhadap PNS nakal yang bertugas di Kepulauan Meranti, Pemda beri sanksi berat kepada beberapa orang jajarannya. 

Dari data yang dilansir oleh Badan Kepegawaian Daerah Meranti, awal 2018 ini terdapat lima pejabat struktural yang diberi sanksi berat, sanksi itu berupa tidak mendapatkan jabatan sebagaimana mestinya, alias non job.

Beberapa pejabat struktural Pemerintah Daerah yang dinyatakan Non Job itu adalah, mantam Sekretaris Dusdukcapil Meranti, mantan Kasi Sapras Dinas Pendidikan Meranti, serta mantan Kabid Kebersihan Dinas PU Meranti dan Mantan Kadis PU Meranti yang saat ini sedang menjalani masa tahanan akibat tersandung Kasus Tipikor oleh Kejari Meranti.

Keputusan Pemda Meranti tersebut lahir pada akhir pekan lalu, seiring dengan pelantikan terhadap 228 orang PNS yang bertugas di Pemda Kepulauan Meranti.

Seperti dijelaskan oleh, Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Bakaruddin, empat orang yang dinyatakan non job tersebut disinyalir telah melanggar sumpah jabatan. 

"jelas ada beberapa kesalahan yang dinilai fatal yang telah mereka lakukan. Paling tidak, mereka tidak menjalankan tupoksi amanah dari yang diberi sebagai mana janji mereka saat dilantik," ungkapnya, Selasa (9/1)kemarin 

"namun keputusan itu hanyalah suatu peringatan, tidak lepas kemungkinan mereka yang non job masih memiliki prestasi yang mesti dipertimbangkan kedepannya. Mungkin bisa saja status itu bersipat sementara, atau sebaliknya tetap," tambah Bakaruddin lagi. 

Dijelaskan Bakar lagi,secara rinci atas pelantikan yang digelar pada akhir minggu lalu itu, terdapat 172 PNS yang dirotasi, 33 orang naik pangkat( promosi), 3 orang didemosi, 4 orang non job, serta 18 orang dikembalikan ke jabatan fungsional. 

Terhadap ratusan PNS tersebut, terus dilakukan evaluasi. "Kita terus lakukan evaluasi per triwulan, jika tidak baik kita akan lakukan rotasi kembali. Bisa saja yang non job itu kemvali kita kasi jabatan yang lebih strategis," ungkapnya.(Wir)