Pasien Terlantar Dirujuk ke Aceh


riaupotenza.com
Pasien terlantar Rita Asmidar sesaat sebelum dirujuk ke Aceh Tamiang setelah lebih dua bulan dirawat di RSUD Selasih Pangkalan KerinciĀ 

PANGKALANKERINCI-Upaya bersama membuahkan hasil yang manis. Pasien  usus buntu kronis, Rita Asmidar (20) yang ditelantarkan suaminya dan dijerat membengkaknya biaya berobat di rumah sakit,http://riaupotenza.com/berita/16188/-ditinggal-suami-menderita-usus-buntu-pecah akhirnya dirujuk ke kampung halamannya  di Aceh Tamiah, Aceh Darussalam. Dirujuknya, wanita malang ini ke rumah sakit di Aceh ini tak lepas berbagai usaha gotong royong dilakukan banyak pihak. Terutama, Inisiator, Hilal Merah Indonesia (Hilmi) DPW FPI Pelalawan. Hilmi adalah merupakan anak organisasi sayap juang FPI yang fokus pada aspek kemanusiaan.

     ‘’Alhamdulillah HILMI Pelalawan bersama paguyban Permasa dan Punggawa dan Lazis IMRA Pelalawan dapat membantu Ibu Rita Asmidar seorang ibu muda kurang mampu warga Aceh Tamiang keturunan 

jawa yang divonis mengidap penyakit Usus bocor (Apendicitis). Mulai sejak mulai ditinggal suaminya karena penyakit yang dideritanya hingga berbulan sampai kita antar ke kampung halamannya. Alhamdulillah semuanya karena kepedulian bersama banyak pihak,’’jelas Ketua Dewan Tanfidzi FPI Pelalawan Ir H Habib Syaugi Shahab, Ahad (7/1).

     Rita Asmidar, yang sudah mendapatkan penanganan medis, terlunta-lunta sendirian baru 1 bulan menikah dan pergi merantau ke Pelalawan untuk usaha tepatnya di Desa Bukit Kesuma, Pangkalan Kuras dan di tinggal kabur begitu saja oleh suaminya karena melihat istrinya mengidap penyakit usus bocor saat operasi yang tak diketahui rimbanya sampai 

saat ini. ‘’Total biaya di RSUD Selasih Pelalawan Rp 39.622.000, dari biaya ini ditanggung oleh Jamkesda sebesar Rp 10.908.900, dan kekurangan dari penggalangan dana Rp 8 juta lebih di support oleh Ketua IKJ H. Saniman yang juga seorang anggota DPRD Pelalawat,’’ungkap Habib Syaugi.

    Dijelaskannya, pada Kamis (4/1) malam  Rita Asmidar sudah dikatagorikan layak untuk pulang oleh RSUD Selasih setelah dirawat lebih dua bulan telah diberangkatkan menggunakan Ambulance dari Pelalawan ke Aceh Tamiang. ‘’Seluruh biaya ambulance ini ditanggung oleh Baznas Pelalawan melalui Ketua  H Eddi Amral Lc. MA,’’terang Habib Syaugi didampingi Ketua Hilmi Pelalawan Ustadz Candra Putra Chaniago.

     ‘’Atas nama HILMI kabupaten Pelalawan mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang turut membantu baik metriel maupun moril untuk aksi peduli kemanusiaan ini kepada Permasa, Punggawa, Lazis IMRA, Baznas, Jamkesda Pelalawan, Srikandi PP serta organisasi lainnya dan seluruh masyarakat yang telah memberikan infaknya melalui penggalangan dana selama 10 hari di Jalan Lintas Timur. Semoga apa yang sudah diberikan menjadi amal pemberat pahala di dunia dan akhirat,’’harapnya. 

    Ketua Tanfidzi FPI Pelalawan Habib Syaugi Shahab juga membeberkan bahwa Hilmi adalah  merupakan anak organisasi sayap juang FPI yang fokus pada aspek kemanusiaan sebagaimana juga 

Lembaga Dakwah Front (LDF)  Badan Hukum Front (BHF) yang professional di bidang advokasi hukum, Lascar Pembela Islam); MPI (Mujahidah Pembela Islam(LPI),  Badan Anti Teror Front(BATF) dan lainnya.  ‘’Sayap juang FPI ini dalam kiprahnya tidak hanya peduli terhadap penderita penyakit akut seperti Ibu Rita Asmidar ini, akan tetapi bersama-sama dengan laskar selalu aktif dan tanggap darurat siap terjun dalam

seluruh aspek kemanusiaan seperti bakti social,musibah bencana alam dsb. karena juga telah dibekali dengan keterampilan di bidang Pencarian dan evakuasi serta ke palang merahan,’’jelasnya.amr