Warga Mandau Terjangkit Difteri


riaupotenza.com
Dokter Aryuni sedang memeriksa pasien di poliklinik anak terkait dugaan penyakit difteri.

DURI (RPZ) - Tiga warga Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, diduga terjangkit penyakit difteri. Sebelumnya, daerah Mandau merupakan wilayah yang aman dari penyakit yang disebabkan oleh bakteri menular.

Ketiga warga tersebut berusia kanak-kanak dan kini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Mandau. Hal itu diungkapkan oleh Kasi Humas RSUD Mandau, dr Rangga M kepada riaupotenza.com, Kamis (4/1).

Disebutkan dr Rangga, saat ini ada tiga pasien yang diduga terkena penyakit difteri. 

‘’Tiga pasien suspect difteri tersebut merupakan pasien anak - anak dan mendapat perawatan intensif di RSUD Mandau. Ketiganya ditangani oleh dokter spesialis anak, dr Aryuni Masudah, Sp A MKes. 

Masih kata dr Rangga, meskipun hasil kultur yang memastikan diagnosa difteri belum keluar, namun berdasarkan pemeriksaan fisik dan penunjang yang dilakukan oleh dokter, kuat dugaan pasien tersebut merupakan pasien difteri. 

“Setelah menjalani perawatan oleh dokter di Instalasi Rawat Inap RSUD Kecamatan Mandau kondisi pasien mulai membaik,” terangnya.

Dalam kesempatan itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar terhindar dari penyakit difteri. Untuk menghindarinya (apabila memungkinkan) tempat tempat keramaian seperti mall, pasar, dan sebagainya.

“Apabila diharuskan ketempat keramaian, masyarakat agar menggunakan masker untuk mencegah penularan penyakit difteri. Selain itu apabila ada merasakan gejala demam dan nyeri, agar segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” kata dr Rangga.

Ditambahkannya, penyakit difteri memiliki gejala awal menyerupai flu, demam tidak terlalu tinggi, pilek ringan, malas makan, lemas, nyeri menelan.

“Apabila tidak ditangani dengan baik, pasien akan mengalami suara serak, sesak nafas, lesu, pucat dan lemah. Leher yg membesar yang disebabkan oleh limfadenitis servikal dan submandibula disertai edema jaringan lunak leher yang luas,” imbunya.

Selain itu juga dianjurkan agar segera mencari pertolongan ke klinik. Puskesmas, rumah sakit terdekat apabila timbul gejala difteri pada anggota keluarga.  

“Jangan menunda-nunda untuk mencari pertolongan supaya tidak terjadi gejala yang berat,” harapnya. pma