MJY Diamankan di Polda

Kantor Pentha Travel Digeledah


riaupotenza.com
Aparat kepolisian Polda Riau menggeledah bangunan bertingkat 3 di Jalan Panda, Kecamatan Sukajadi,Pekanbaru yang dijadikan kantor Agen Umroh yang menipu ratusan calon jemaah.

PEKANBARU (RPZ) - Sebanyak 20 tim dari Subdit I Ditreskrimum Polda Riau, melakukan penggeledahan terhadap kantor Joe Pentha Travel, Kamis (4/1) sekitar pukul 10.30 WIB. Ratusan berkas jemaah haji yang batal diberangkatkan disita dari lokasi, yang berada Jalan Panda, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Sukajadi.

Penggeledahan yang dilakukan dipimpin Kasubdit I Ditreskrimum Polda Riau, AKBP Adrian Pratama.  ‘’Yang kita amankan ratusan dokumen pribadi perorangan jemaah dari Pentha Travel,’’ singkat Adrian.

Pantauan  di kantor Pentha Travel bernomor 45 berwarna coklat muda berlantai 3. Tampak tim Subdit I Ditreskrimum Polda Riau dan tim identifikasi Polda mondar-mandir, untuk mencari berkas-berkas terkait kasus penggelapan dana haji tersebut.

Di depan kantor tersebut, ada pos penjagaan sekuriti. Dibagian bangunan kantor, ada juga lapangan Futsal. Saat melakukan penggeledahan, tim Subdit I Ditreskrimum Polda Riau tampak didampingi oleh penasehat hukum tersangka. Mereka tampak mondar-mandir.

Setelah itu, tiga buah bermerek Pentha Travel diamankan beserta beberapa kaus dan baju putih yang biasa digunakan umroh.

Menurut komentar Paijo (40) tetangga yang berada didepan kantor Pentha Travel mengatakan, sejak ia tinggal disekitar lokasi tersebut. Banyak orang datang mengaku jemaah menanyakan keberadaan pengelolaannya. ‘’Orang yang bertanya rata-rata marah-marah, mereka yang datang bahkan ada yang dari Padang,’’ ujar Paijo.

Terpisah, Risman selaku ketua RT3 RW5, Kelurahan Sukajadi Kecamatan Sukajadi mengatakan, untuk informasi sudah berapa lama Pentha Travel berkantor dikawasan lingkungan nya. Ia mengatakan tidak mengetahui jelas. ‘’Soal informasi pastinya, mungkin RT lama tahu itu,’’ akunya.

Risman mengakui, untuk kasus penipuan Pentha Travel tersebut. Pasangan suami istri Zamri dan Nicae merupakan warganya, juga turut menjadi korbannya. ‘’Korbannya juga ada pasangan suami istri warga kita,’’ ungkapnya.

Sekitar pukul 13.00 WIB, setelah tim menyelesaikan pengumpulan barang bukti. Langsung dilakukan pemasangan polis line.

Terpisah Dr Fahmi SH MH selaku pengacara MYJ pemilik Pentha Travel saat diwawancarai wartawan mengatakan, untuk menghormati proses hukum. Tadi kliennya sudah datang memenuhi panggilan penyidik. Lalu saat ditanya, kenapa dua kali pemanggilan penyidik tidak datang. Fahmi mengakui, saat itu kliennya sedang sibuk.

‘’Bukan tidak mau datang. Tapi klien saya itu sibuk, dia mau mencari investor untuk mengembalikan modal dari jemaah tersebut,’’ akunya.

Menurut dia, tidak berangkatnya 130 jemaah ini disebabkan boking tiket di Maskapai Air Asia hangus dengan nilai sekitar Rp6 milliar. ‘’Penyebabnya karena tiket di Maskapai Air Asia dinyatakan hangus,’’ akunya.

Namun, kedepannya dari konsultasi yang telah dilakukannya bersama MYJ, pihaknya berencana memberangkatkan sisa jemaah yang belum diberangkatkan. ‘’Klien kita berjanji akan memberangkatkan jemaah yang belum berangkat,’’ ungkapnya.

Pantauan Pekanbaru MX di Mapolda Riau, tampak MYJ terlihat mondar-mandir di lorong kantor Lantai I Polda Riau. Ia terlihat naik ke lantai II didampingi penyidik.

Para Korban Berharap Uang Kembali

Salah seorang korban, Dahniar, warga Jalan Katio, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, hanya bisa pasrah dan berharap uangnya kembali. Hal tersebut dikatakannya setelah tidak adanya kepastian keberangkatan dirinya untuk melaksanakan Umroh ke tanah suci umat Islam.

Diceritakannya, awalnya dirinya diajak oleh seorang temannya, Raja Mahardi, warga Jalan Mandala, Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, untuk berangkat Umroh melalui Travel Umroh Jo Pentha Wisata. Raja Mahardi sendiri, merupakan pencari jamaah yang mau Umroh. “Itu bulan 9 tahun 2016 sudah ibu bayar lunas biaya untuk Umroh. Totalnya kena Rp23.200.000,” tuturnya, Kamis (4/1).

Dikatakannya, setelah dibayarkan biaya untuk Umroh tersebut, dirinya dijanjinya untuk berangkat pada bulan Maret 2017.

“Lalu diundur keberangkatannya sampai bulan 4. Kemudian diundur lagi, dijanjikan lagi berangkat bulan 5. Tidak juga, dijanjikannya lagi berangkat bulan 11 2017,” terangnya.

Sampai di bulan 11 2017, Dahniar tidak juga berangkat Umroh. Ia kembali dijanjikan oleh Raja Mahardi untuk berangkat Umroh pada bulan Januari 2018. “Sampai sekarang pun tidak ada kejelasan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dahniar sudah mendapat kabar bahwa pemilik travel Umroh Jo Pentha Wisata telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penipuan dan penggelapan. Pemilik travel tersebut yang berinisial MYJ itu, dilaporkan ke Polda Riau oleh Jamaah yang gagal berangkat. “Ibu cuma berharap, kalau memang tidak jadi berangkat, kembalikan uang ibu. Itu saja,” tutupnya.MXM