BBKSD Pasang Rambu Bahaya Harimau


riaupotenza.com
Anggota kepolisian Inhil mengevakuasi korban yang meninggal akibat terkeman harimau di Kecamatan Pelangiran.

PEKANBARU (RPZ) - Juru bicara Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Dian Indriati mengungkapkan, bahwa lokasi tewasnya buruh PT Tabung Haji Indo Plantatioan (THIP) di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memang merupakan kawasan habitan Harimau Sumatera, mengingat lokasinya tak jauh dari Suaka Marga Satwa (SM) Kerumutan.
 
“Jarak lokasi dari SM Kerumutan sekitar 30 kilomter, jadi masih kawasan habitan Harimau Sumatera,’’ ujar Dian, Kamis (4/12).
 
Karena itu, di kawasan tersebut sudah beberapa kali BBKSDA Riau menerima laporan kemunculan harimau. Baik di kawasan berkebunan kelapa sawit maupun di SM Kerumuntan.
 
Sebagai langkah antisipasi, Dian mengatakan kalau sejak Desember 2016 silam, Dian mengatakan kalau pihaknya telah memasang rambu-rambu bahaya Harimau Sumatera di kawasan tersebut. Selain itu, BBKSDA juga terus memberikan penyuluhan kepada masyarakat sekitar akan bahaya potensi serangan Harimau Sumatera.
 
Terkait dengan serangan harimau kemarin yang menewaskan Jumiati, buruh PT THIP yang sedang membersihkan pohon kelapa sawit dari gulma, Dian mengatakan kalau BBKSDA sejak kemarin sudah berkoordinasi dengan Polres Inhil dan langsung mengirim tim.
 
“Sejak kemarin sore tim sudah dikirim ke lokasi setelah berkoordinasi dengan Polres Inhil,” ungkapnya.
 
Saat ini, lanjut Dian sedang dilakukan rapat membahas langkah yang diperlukan untuk mencegah terulangnya serangan harimau kepada manusia di kawasan yang memang merupakan habitan Raja Huta tersebut.yan