2017, Kasus Pencurian Menonjol di Pelalawan


riaupotenza.com
Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan, S.Ik bersama petinggi Polres saat refleksi dan evaluasi kinerja tahun 2017 

PANGKALANKERINCI-Secara keseluruhan tindak kejahatan dan gangguan Keamanan dan Ketertiban masyarakat terjadi penurunan di wilayah hukum Polres Pelalawan sepanjang tahun 2017. Hal ini jika dibandingkan dengan kasus yang sama pada tahun 2016 lalu. Namun, tetap ada catatanpenting, bahwa  kasus yang tetap menonjol yakni kejahatan konvensional pencurian dengan pemberatan (Curat).

‘’Kejahatan konvensional yang mendominasi selama tahun 2017 adalah curat, kedua kasus penganianyaan dan urutan ketiga curanmor,’’jelas Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan,S.Ik di halaman Mapolres Pelalawan, Ahad (31/12) malam.

Hal ini diungkapkan Kapolres yang didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Polres Pelalawan bersama awak media dalam analisa dan evaluasi serta refleksi akhir tahun 2017. Disebutkan, menjadi kejahatan paling menonjol, kasus maling atau pencurian dengan pemberatan Curat ini tercatat ada 69 kasus.

‘’Dari 69 kasus, 49 diantaranya berasil diselesaikan hingga ke sidang pengadilan, untuk penganiayaan sebanyak 39 kasus dan sebanyak 33 kasus berhasil diselesaikan sedangkan kasus curanmor ada 32 kasus, sebanyak 22 kasus sudah diselesaikan hingga ke pengdilan, ‘’beber Kaswandi Irwan.

Diketahui juga, secara umum gangguan Kamtibmas terjadi penurunan. Ini berdasarkan data yang disampaikan Kapolres pada malam menjelang pergantian tahun, tadi malam.  ‘’Dari analisa dan evaluasi diketahui bahwa data gangguan Kamtibmas selama tahun 2016 sebanyak 427 kasus dan tahun 2017 sebanyak 361 kasus dengan jumlah penyelesaian perkara tahun 2016 sebanyak 345 kasus dan tahun 2017 sebanyak 288 kasus,’’ungkap Kapolres sambil menyebutka prosentase penyelesaian perkara pada angka  80 persen di tahun 2016 dan 80 persen juga ditahun 2017.

Tak hanya terjadi penuruna pada kasus kejahatan konvensional, kasus yang terus diberantas, yakni narkoba juga mengalami penurunan.  ‘’Untuk kasus Narkoba sepanjang tahun 2017 sebanyak 76 kasus. Sedangkan pada tahun 2016 lalu ada 92 kasus narkoba yang ditangani. Terjadi penurunan 9 persen atau bergeser 16 perkaran,’’papar Kapolres.

Kapolres juga memastikan pada tahun 2017 terjadi peningkatan penyelesaian kasus yang jajarannya tangani.  ‘’Tingkat penyelesaian perkara kasus curnak tahun 2017 meningkat sebesar 38 persen atau naik sebesar 8 kasus dari 21 kasus di tahun 2016 menjadi 29 kasus di tahun 2017 dengan 84 orang tersangka dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ini,’’terangnya.

Kaswandi menambahkan,  dalam hal pengungkapan kasus-kasus yang menonjol dan menjadi penyakit masyarakat seperti Curnak, Curanmor, Trafficking, Illegal Logging, Judi dan Korupsi. Polres Pelalawan telah membentuk dan menunjuk langsung Tim Khusus.  ‘’Pembentukan Tim Khusus ini untuk mempermudah dan mempercepat pengungkapan kasus-kasus menonjol tersebut serta merupakan ujung tombak di lapangan dengan di backup oleh personil dari masing-masing fungsi,’’papar Kapolres.  

Jika kejahatan umum terjadi penurunan, tapi tidak dengan kasus kecelakaan di jalan raya. Justru dikatakan Kapolres kasus kecelakaan lalulintas selama tahun 2017 ada 145 kejadian atau naik 4 kasus atau 2,8 persen dibanding tahun 2016. ‘’Untuk kasus lakalantas ada peningkatannya dari 141 kasus pada tahun 2016 menjadi 145 kasus pada 2017,’’jelasnya.

Kapolres memastikan, kasus lakalantas  tersebut berhasil diselesaikan 136 kasus atau 94 persen dengan memakan korban meninggal 63 orang, luka berat 37 orang dan luka ringan 187 orang.amr