HM Nasir, Tokoh Pelalawan Telah Tiada


riaupotenza.com
Ribuan pelayat saat mengantarkan jenazah tokoh Pelalawan HM Nasir ke peristirahatan terakhir 

PANGKALANKERINCI-Suasana haru menyelimuti ribuan pelayat di rumah duka di Jalan Cempaka Terusan Baru Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat dekat Musholla Al Muhajirin., tak jauh dari MTsN Pangkalan Kerinci. Mereka turut berduka atas kembalinya ke pangkuan Ilahi, HM Nasir. Allahyarham, adalah salah seorang tokoh pendiri Kabupaten Pelalawan yang menghembuskan nafas terakhir di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, sekitar pukul 15.20 WIB, Kamis (28/12).

Kepergian ayah 4 anak dan 9 cucu yang lahir 66 tahun lalu di Kuala Terusan, Pangkalan Kerinci ini terasa begitu cepat. Betapa tidak, hanya beberapa jam saja mengeluhkan rasa sakit di bagian dadanya, mantan anggota DPRD Pelalawan  dua priode ini telah meninggalkan dunia fana.

‘’Selamat Jalan Sang Pejuang kami, Selamat jalan sang panutan, selamat jalan Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat  Kabupate Pelalawan. Beliau terkenal dengan jiwa sosial yang tinggi, mengutamakan kepentingan masyarakat ketimbang kepentingan pribadi, beliau Ikut andil dalam memperjuangkan Pemekaran Kabupaten Pelalawan. Selamat jalan wak.. HM Nasir. Ya Allah terimalah amal ibadah beliau, tempatkan beliau ditempat terbaik di sisiMu ya Allah. Semoga Allah SWT menerima iman islam  beliau, dilapangkan alam kuburnya dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,’’ungkap Zulkifli, Bahnadi, diantara pelayat yang tak lain juga merupakan keluarga besar HM Nasir beberapa saat sebelum mengantarkan jasadnya  ke tempat peristirahatan terakhir sekitar pukul 17.40 WIB, Kamis sore.

‘’Ada kalanya beliau jadi orang tua. Tapi kadang-kadang beliau jadi sahabat dan panutan. Beliau adalah tauladan bagi Pelalawan,’’begitu ucap Ir H Abdul Hamid,M.Si, manta Ketua KPUD Pelalawan menggambarkan sosok HM Nasir yang telah pergi untuk selamanya. Tak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan tapi juga bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pelalawan.

‘’Beliau ini termasuk sepuh PDI Perjuangan. Banyak ide dan nasehat beliau yang bernas untuk kemajuan partai juga kabupaten ini,’’kata Drs Sozifau Hia,M.Si, mantan anggota DPRD Pelalawan yang sama-sama politisi besutan PDI Perjuangan mengenang begitu kharismatiknya mendiang HM Nasir semasa hidupnya.

Tak lupa, Wakil Bupati Pelalawan Drs H Zardewan,MM yang hadir di rumah duka membeberkan betapa besarnya jasa HM Nasir yang juga Ketua Majlis Kemajuan Pelalawan (MKP) semasa hidupnya.

‘’Beliau banyak membantu memecahkan berbagai masalah di Kabupaten Pelalawan. Tentu banyak pula jasa terhadap Kabupaten Pelalawan,’’ungkap Wabup Pelalawan mewakili Pemerintah Daerah saat melepaskan kepergian Allahyarham HM Nasir menuju pusara

‘’Dan pihak keluarga hendaknya bersabar atas musibah ini,’’pinta Zardewan.

Husnan, putra sulung mendiang menjelaskan sebelum ayahnya menutup mata selamanya.  ‘’Sepekan lalu sehat.  Tadi malam (Rabu malam,red) mengeluhkan sakit di dada. Malam itu juga kami ke dokter. Menurut dokter  ada hubungan dengan paru-paru. Lalu,  pagi hari (Kamis pagi) dibawa ke RSUD Selasih. Menurut dokter ada cairan di paru-paru,’’beber abang kandung Erhas, Lurah Pangkalan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Semasa hidupnya, HM Nasir pernah menjabat sebagai kepala desa atau kala itu dikenal Wali selama 17 tahun. Lalu, pria yang murah senyum dan selalu berpakaian rapi ini berkarir di dunia politik. Bersama PDI Perjuangan HM Nasir terpilih menjadi anggota DPRD Pelalawan. Bahkan, HM Nasir sempat mengenyam karir politik sebagai wakil rakyat sampai dua periode.

Karena pengabdian tanpa batas, tokoh Pelalawan ini yang juga pengurus Lembaga Adat Melayu Pelalawan ini membentuk organisasi kemasyarakat bersama sejumlah tokoh kabupaten ini. Akhirnya, selama dua periode juga HM Nasir memimpin Majlis Kemajuan Pelalawan (MKP). Qodarullah, masa jabatannya masih ada, beliau terlebih dulu dipanggil menghadap Kholiq.

‘’Selama masih hidup, tentu orang kami yang sudah banyak makan asam dan berkecimpung diberbagai organisasi ada salah dan silaf. Jadi kami dari keluarga besar memohon kemaafan dari seluruh masyarakat semua. Kalau ada hutang piutang yang belum lunas, maka kami akan beranggungjawab,’’harap Husnan, putra sulung beliau sesaat pelepasan menuju peristirahatan terakhirnya di komplek pemakaman dekat Simpang Kualo, Pangkalan Kerinci Kota.amr