Wanita Muda Ditemukan Tewas Mengapung

Pesan Ojek ke Jembatan Siak II, Lalu Loncat ke Sungai


riaupotenza.com
Petugas Basarnas dan kepolisian mengevakuasi jenazah wanita yang mengapung di Sungai Siak.

PEKANBARU (RPZ) - Handphone Android Eka Putra tiba-tiba berbunyi. Pria berusia 32 tahun yang berprofesi ojek online itu mendapat order dari sebuah nomor yang minta dijemput di Jalan Garuda Sakti KM 2 untuk diantar ke Jalan Siak II, Pekanbaru, Kamis (28/12) pagi.

Bergegas, pria ini pun segera meluncur ke TKP. Namun setibanya yang minta diantar bukan yang menelepon dirinya, melainkan seorang wanita paruh baya yang saat itu menggunakan baju daster warna merah.

“Pagi itu sekitar pukul 06.18 WIB, saya dapat order dan langsung jemput. Tiba di sana yang minta antar bukan yang pesan, saat itu ia menunjuk ibu-ibu pakai daster merah minta antar. Ibu ini pinjam aplikasi orang lain,” aku Eka.

Pria yang tinggal di Jalan Garuda Sakti KM 2 Gang Nusa Indah Pekanbaru ini pun segera mendatangi lokasi dan mengantar pelanggan ke tempat tujuan. “Ibu ini minta antar ke Jalan Siak II,” sebutnya.

Usai mengantar, Eka tak langsung pergi, melainkan duduk tak jauh dari lokasi sambil membuka HP untuk menunggu orderan lain.

“Siap bayar ongkos, sempat saya tanya ibu itu, katanya mau nunggu anak dari Dumai. Dia pesan ojek pakai aplikasi orang lain,” kata Eka.

Eka mengaku sempat melihat korban mondar mandir di atas jembatan tiga kali. “Saat yang ketiga saya gak lihat lagi. Penasaran, langsung saya kejar ke atas jembatan, ternyata ibu itu sudah terjun ke sungai. Saya bantu karena dia pelanggan saya, saya yang antar, wajarkan,” ucapnya.

Melihat kejadian itu, Eka tak tinggal diam, dibantu saksi Nanang ia lantas berupaya membantu menyelamatkan korban dengan menggunakan sampan.

“Awalnya berenang tapi gak dapat karena arus kencang. Balik lagi ke pinggir baru kami pinjam sampan warga. Saat itu kami bawa ke pinggir dan memberi tahu warga lainnya untuk menghubungi polisi,” sebutnya.

Kapolsek Rumbai AKP Henni Irawati SH saat dikonfirmasi, Kamis (28/12) membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Kejadiannya Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WIB,” kata Henni.

Hasil pemeriksaan sementara kata Henni tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuhnya. Saat ini jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau guna visum et revertum. “Kita masih menunggu hasil visum, tak ada ditemukan tanda kekerasan,” sebutnya.

Didampingi Kanit Reskrim Iptu Aspikar SH, Henni menyebut identitas korban belum diketahui alias Mrs X. “Identitas masih Mrs X, masih kita selidiki,” ujarnya.

Pihaknya berharap, kepada warga yang merasa kehilangan keluarganya agar menghubungi pihak kepolisian Sektor Rumbai.

Adapun ciri korban menggunakan baju daster motif bunga warna merah, tinggi badan sekitar 150 Cm, berambut ikal panjang, umur sekitar 45 tahun dan berkulit kuning langsat. 

“Kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar segera menghubungi kami,” pungkas Henni.mxo