HET Elpiji Rp18 Ribu, Hanya untuk Orang Miskin


riaupotenza.com
Kadis Perindagpas Rohil H Sukma Alfalah saat operasi pasar gas 3 kg.

BAGANSIAPIAPI (RPZ) - Sampai saat ini gas elpiji 3 kilogram masih langka, bahkan Disperindagsar dan Pertamina sudah melakukan Operasi Pasar di berbagai kecamatan. 

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Rohil H Sukma Alfalah dihubungi, Kamis (28/12) mengatakan bahwa pedagang diminta jangan menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Perlu diingat bahwa harga eceran tertinggi Rp18 ribu dan yang terpenting lagi bahwa gas 3 kilogram atau gas melon ini hanya untuk orang kurang mampu saja. Jadi bagi yang merasa mampu, belilah yang warna pink atau biru,” tegasnya.

Operasi Pasar ingin terus dilakukan namun mengingat terbatasnya kuota membuat kegiatan Operasi Pasar hanya bisa dilakukan sekali-kali saja. 

“Penyaluran Operasi Pasar kemarin ada di empat titik yakni di Bagansiapiapi, Rimba Melintang, Tanah Putih dan di Baganbatu juga ada. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk mengisi kelangkaan dan menormalkan kembali harga pasar,” jelasnya.

Menurut Sukma Alfalah, penyaluran elpiji 3 Kg yang disalurkan kemarin dilakukan 2 EO dan di Bagansiapiapi sebanyak 560 tabung. Dan untuk penyaluran berikutnya menunggu jika tinggi permintaan masyarakat.

Sementara untuk menindaklanjuti adanya tindakan pangkalan nakal yang menaikan harga seenaknya, pihak Disperindag Rohil akan menurunkan tim untuk mengecek langsung ke lapangan.

“Kita selidiki dululah, apakah ada penimbunan atau ada orang spekulasi, nanti kita turunkan tim untuk itu dan jika ada ditemukan menyalahi izin akan ditindak sesuai peraturan yang berlaku. Yang jelas karena masyarakat dalam keadaan susah makanya kita upayakan operasi pasar ini dulu terutama dalam menghadapi tahun baru,” ungkapnya.der