Ummat  Jangan Latah Rayakan Tahun Baru

Jangan Undang Bala di Negeri Pelalawan


riaupotenza.com
Ketua Tanfidzi FPI Pelalawan Ir H Habib Syaugi Shahab

PANGKALANKERINCI-Beberapa hari kedepan, pergantian tahun baru Masehi 2017-2018 diambang pintu. Ummat Islam diingatkan tidak latah dan ikut-ikutan melakukan perayaan. Perayaan hura-hura yang menentang syariat Allah dipastikan akan mengundang bencana. Jangan lakukan perbuatan maksiat yang mengundang bala dan murka Allah di Negeri  Amanah Kabupatten Pelalawan.

Seruan kepada ummat Islam ini disampaikan Ketua Majlis Dakwah Islamiyah (MDI) Pelalawan DR H Edi Iskandar,S.Ag,M.Pd dan Ketua Tanfidzi Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam (DPW FPI) Kabupaten Pelalawan Ir H Habib Syaugi Shahab, Kamis (28/12).

‘’Generasi muda dan remaja Islam diingatkan tidak merayakan pergantian tahun baru dengan perbuatn yang sia-sia seperti mabuk-mabukkan, balapn liar, membakar petasan, pergaulan bebas dan maksiat lainnya. Isilah dengan kegiatan yang bermnfaat, pengajian dan zikir di masjid dan hal-hal yang bermanfaat lainnya,’’kata Ketua MDI Pelalawan.

Senada dengan itu, Ketua Tanfidzi DPW FPI Pelalawan Ir H Habib Syaugi Shahab, lazimnya sebutnya pada malam pergantian tahun baru, mereka biasa nya berbaur tua muda dewasa anak-anak baik yang non muslim maupun yang muslim. ‘’Ironisnya yang ber KTP Islam latah, ikut-ikutan merayakan bersama keluarga dengan bermacam alasan walaupun tidak dibenarkan oleh syariat agama nya. Dan hal seperti ini tentunya merupakan pilihan hidup setiap individu bila dilakukan di tempat umum di jalanan, lapangan, di balai dan lainnya,’’ungkapnya.

Akan tetapi lanjut Habib Syaugi,  fakta menunjukkan di setiap malam akhir pekan,  terlebih di malam tahun baru warga malah menyambut tahun baru Masehi dengan berkumpul di pelataran masjid dan halaman masjid Islamic Center Ulul AZmi, Kompleks Perkantoran Bhakti Praja hingga area perkuburan. 

‘’Sulit dipungkiri bahwa kebanyakan orang-orang merayakan malam tahun baru ini mereka ada yang berpacaran, berpeluk-pelukan, tertawa dan hura-hura dibarengi dengan minum khamar,ngelem  dan pada ahir nya berlanjut pada perbuatan zina. Adapula bahkan bergadang semalam suntuk menghabiskan waktu dengan sia-sia. Padahal Allah SWT telah menjadikan malam untuk beristirahat, bukan untuk melek sepanjang malam, kecuali bila ada tujuan syar’I,’’paparnya sambil mengatakan berkumpul di pelataran masjid juga kuburan merupakan bentuk pelecehan terhadap symbol-simbol agama terlebih Islamic Center merupakan icon sentra pengembangan budaya dan studi Islam.

‘’Maka kami menghimbau kepada warga terutama warga muslim juga memantau anak-anaknya untuk tidak ikut-ikutan merayakan malam tahun baru Masehi 1 Januari 2018.  Semua itu adalah sebagai upaya untuk mencegah dan melindungi umat dan generasi Islam dari pengaruh buruk yang lazim dikerjakan para ahli maksiat. Disamping itu ikut merayakan terhadap perayaan agama lain dan juga adalah sama dengan meniru kebiasaan mereka dosa dan haram hukumnya. Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut,’’ujar Habib Syaugi merilis potongan  Hadis shahih riwayat Abu Daud.

Untuk menyelamatkan generasi muda Islam dan masyarakat Islam secara umum sambung Ketua Tanfidzi FPI Pelalawan,  Pemkab Pelalawan bekerja sama dengan beberapa ormas dan BKM telah memfasilitasi bentuk-bentuk kegiatan yang lebih diridhoi oleh Allah subhanahu wataala dengan mengadakan zikir dan tabligh akbar. Kegiatan ini dilaksanakan menjelang tahun baru di beberapa mesjid besar secara serentak mulai dari ba’da Ashar sampai larut malam agar masyarakat tidak ikutan melakukan kebiasaan yang dilakukan oleh orang  kafir sementara agama kita sendiri melarangnya.

Ketua FPI juga mengajak ummat Islam merenung nukilan Hadits Rasulullah dari sahabat Imam Bukhari. “Sungguh, kalian akan mengikuti langkah orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta. Kalaupun mereka masuk kedalam lubang biawak “dhabb”, niscaya kalian akan mengikutinya.” Kami mengatakan, “Ya Rasulullah, apakah jalan orang-orang Yahudi dan Nasroro?” Beliau menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka?”

‘’Untuk itulah mari malam tahun baru kita ramaikan mesjid-masjid dengan zikir, majlis Ilmu dan mushasabah dan bukan untuk merayakannya, terlebih merayakan tahun baru Masehi. Kalau pelanggaran dan maksiat berarti mengundang bala dan musibah yang akan menimpa semua makhluk ,’’pungkasnya.amr