Heboh, Beredar Dokumen dan Cek Miliaran Rupiah


riaupotenza.com
Amplop yang berisikan dokumen penting dan cek senilai Rp 2,7 miliar bertebaran di sejumlah titik di Pangkalan Kerinci

PANGKALANKERINCI-Beragai modus kejahatan mengintai. Salah satunya, dokumen penting yang berisikan cek bernilai miliaran rupiah serta surat berharga kepemilikan tempat usaha dan kepimilikan tanah. Secret Document dengan kop Damai Citra Mandiri (DCM) Kalimantan Selatan tinta merah ini ditemukan di sejumlah lokasi di Pangkalan Kerinci. Warga yang sempat heboh menduga ini merupakan modus penipuan.

     Hilmi (35), warga Jalan Pemda Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Selasa (25/12) menyebutkan, dokumen yang dibungkus dengan amplop padi serta dilapisi kertas anti basah itu ditemukan di beberapa titik. Di antarannya di Jalan Pemda Gang Nuri, Gang Merpati serta beberapa lokasi lainnya. 

    ‘’Pag hari saya lihat ada amplop yang tergeletak di jalan. Anehnya tidak rusak terkena hujan lebat. Setelah dilihat amplop di sampul kertas anti air. Yang membuat kaget isinya itu lho,’’ungkapnya kemarin.   

    Isi amplop lanjut dia, satu lembar surat keteangan tanah dari Badan Pertanahan Nasional Kantor Pertanahan Kota Tanah Bumbu Kota Batu Licin Kalimantan Selatan yang menerangkan kepemilikan tanah seluas 46.927 m2 atas nama pemilik H Ismail Hidayat,SH dengan keperluan investasi.

    Lalu sebut warga ini, ada lagi surat izin usaha perdagangan (SIUP)-Besar atas nama H Ismail Hidayat Direktur PT Damai Citra Mandiri yang dikeluarkan Disperindag Pemprov Kalsel. ‘’Bahkan lengkap dengan NPWP dan lainnya termasuk no HP yang bersangkutan 05114410488 dan 081256434299,’’jelasnya sambil menunjukkan dokuman yang ditemukan tersebut.

     Masih menurut warga lagi, yang begitu menarik, dari dalam amplop itu juga ada selembar cek yang dikeluarkan oleh Bank Danamon Bandung dengan nilai yang sangat besar. ‘’Cek no 2090463 itu tertera nominalnya Rp 2,7 miliar,’’bebernya.

    Namun karena warga ini meyakini dokumen rahasia bertuliskan tinta merah adalah upaya bentuk kejahatan tipu-tipuan, maka dokumen itu tetap diambilnya tapi dirinya tidak berusaha menghubungi nomor telepon selular yang tertera. ‘’Kalau saya hubungi paling dijanjikan beberapa persen, lalu bisa jadi saya digiring untuk mentransfer uang ke pelaku. Kan sudah banyak kasus begini, makanya saya tidak begitu tertarik meski sempat menjadi buah bibir warga,’’katanya sambil berharap warga lain yang juga menemujan dokumen terkait tidak menjadi korban penipuan.amr