Dua Pengedar Upal Ditangkap


riaupotenza.com
Dua pelaku pengedar uang palsu tengah dilakukan interogasi oleh penyidik.

IndragiriHulu (RPZ) - Berbagai cara orang melakukan tindak kejahatan hanya untuk membahagiakan diri sendiri tanpa memikirkan penyebabnya kerugian terhadap orang lain. 

Seperti yang dilakukan YL (29) warga Blok C Desa Pandan Wangi, Kecamatan Peranap dan AH (36) warga Desa Bayas, Kecamatan  Kempas jaya, Kabupaten Inhil. 

Mereka berdua ditangkap polisi, karena ketahuan melakukan tindak kriminal mengedarkan uang palsu (Upal).

Penangkapan kedua wanita itu pada hari selasa (19/12/2017) sekitar pukul 22.00 wib di Pasar Desa Perk. Sei Lala, Kecamatan Sungai Lala.

Sesuai Laporan Polisi Nomor : LP/ 104.A / XII /2017 /Riau/Res Inhu/Sek Pasir Penyu / tanggal 19 Desember 2017 diketahui bahwa mereka memalsukan mata uang atau mengedarkan uang palsu dalam pecahan kertas Rp. 50.000 sejumlah Rp.2.000.000.

Kapolres Inhu AKBP Arif Bastari SIK MH melalui Paur Humas Polres Inhu Ipda Juraidi membenarkan adanya penangkapan kedua wanita pelaku pengedar uang palsu tersebut.

Juraidi menceritakan kronologis kejadian, hari Selasa (19/12) sekira pukul 22.00 WIB Bripka Damhir (pelapor,red) mendapat informasi dari Penjaga Pasar Desa Perk. Sei Lala, ada orang di duga mengedarkan uang palsu dengan cara membeli rokok,  tempe, sate dan makanan lainnya. 

“Bripka Dhamri langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kapolsek Pasir Penyu yang dipimpin Kompol Dwi Kormal dan kemudian Kapolsek Pasir Penyu memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Penyu untuk melakukan penyelidikan atas informasi tersebut,” jelas Paur Humas.

Kanit Reskrim Iptu Joserizal beserta Unit Res/Intel turun menuju ke TKP dan langsung mengamankan ke dua orang diduga pelaku pengedar uang palsu.

“Dari tangan pelaku peetugas menyita barang bukti uang palsu pecahan Rp.50.000 sebanyak 30 lembar dengan nilai Rp 1.500.000 dan uang asli sebanyak Rp220.000 hasil kembalian uang palsu yang telah diedarkan dengan cara  berbelanja. 

Selanjutnya kedua tersangka dibawa  ke Mapolsek Pasir Penyu guna proses hukum lebih lanjut,” paparnya.*