Rokok Senilai Rp1,7 Miliar Disita


riaupotenza.com
Pihak KPPBC Dumai dan Kodim 0320 Dumai memperlihatkan rokok bernilai Rp1,7 miliar yang berhasil disita.

DUMAI (RPZ) - Tim penindakan bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC) Kota Dumai dan Kodim 0320 Dumai mengamankan 790 karton rokok merek Luffman dan Vmild di perkebunan sawit Sungai Terus, Desa Simpang Latif, Kelurahan Basilam Baru, Kecamatan Sungai Sembilan, Sabtu (16/12) sekira pukul 17.00 WIB. 

Sebanyak 8.247.200 batang rokok dari 2 merk berbeda tersebut disembunyikan di sebuah pondok bertutup terpal dan dipagari kayu. 

Sempat melihat 3 orang penjaga pondok berisikan jutaan batang rokok tersebut, namun petugas tidak berhasil mengamankan mereka yang berhasil kabur ke dalam kebun dan hutan. Medan yang sulit membuat petugas kesulitan dalam mengejar penjaga pondok tersebut.

Pada pers rilisnya, Selasa (19/12) Kepala KPPBC Dumai Adang Nugroho mengapresiasi kinerja tim bersama yang berhasil mencegah dan mengamankan jutaan rokok tanpa pita cukai yang jelas-jelas merugikan negara.

“Jumlah rokok yang dia makan kali ini berjumlah 790 karton dengan rincian 666 karton merek Luffman dan 124 karton merek Vmild dengan nilai barang mencapai Rp1.728.800.000,” ujar Adang.

Dijelaskan kepala kantor KPPBC Madya Dumai, untuk potensi pajaknya sebesar Rp5.455.949.500 dari cukai masuk rokok Luffman yang diduga berasal dari Batam sebesar Rp4.228.012.000 dan cukai rokok Vmild yang tidak tahu berasal dari mana bernilai Rp1.227.937.500. 

Terkait besarnya nilai pajak dari nilai rokok tersebut, Adang menjelaskan untuk keberadaan rokok seperti Luffman setiap batang rokoknya dikenai pajak sebesar Rp550 perbatang dan untuk rokok dalam negeri yang dikenakan pada Vmild yaitu Rp350 perbatangnya belum lagi cukai nilai barang.

Terkait keberadaan rokok tersebut, dijelaskan Adang, kondisi alam dan laut yang gelap di malam hari membuat petugas gabungan sulit melakukan evakuasi dan 2 hari kemudian baru bisa dibawa sampai ke Pelabuhan Pompa untuk kemudian diamankan di gudang KPPBC Dumai.

Saat diperiksa, rokok tersebut tidak dilengkapi pita cukai dan diduga melanggar pasal 50 dan atau pasal 56 dan atau pasal 66 ayat 1 Undang-undang Nomor 11 tahun 1995 tentang cukai sebagaimana diubah Undang-Undang nomor 39 tahun 2007.

“Saat ini barang tersebut sudah kita amankan dan saat ini ditangani oleh Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP B Dumai untuk penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Adang.mxu