Banyak Penumpang Bawa Narkoba, Petugas Bandara Harus Jeli


riaupotenza.com
ilustrasi/int

PEKANBARU (Pepos)-Beberapa kali penumpang tertangkap membawa narkoba di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Untuk itu para petugas di minta lebih jeli lagi dalam melakukan pemeriksaan penumpang. 
Hal itu disampaikan, Executive General Manager SSK II Jaya Tahoma Sirait. Ia mengatakan atas kejadian yang terjadi beberapa kali belakang ini (penumpang bawa narkoba-red), ia menghimbau petugas bandara lebih jeli lagi dalam melalukan pemeriksaan.

"Kita minta BNN bisa memberikan pelatihan penanganan narkoba kepada petugas,"ujarnya, Kamis (14/12).

Seperti dua kasus terakhir, penumpang menyelipkan narkoba jenis sabu di selangkangannya. Ia berharap BNN bisa bertukar pikiran atau share ilmu atas modus baru yang dijadikan pelaku dalam menyeludupkan narkoba. Ia juga tidak memungkiri, bahwa narkoba bukan prioritas dalam pengamanan bandara. 

"Tapi ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat. Kalau kami di bandara, hanya pengamanan yang bentuknya jika membahayakan penerbangan yang dibawa penumpang. Kalau barang seperti narkoba, itu tidak terdeteksi di alat kami,’’ jelasnya. Jaringan serupa dengan sebelumnya dua pelaku penyeludupan narkoba jenis sabu-sabu yang digagalkan di Bandara Sultan Syarif Kasim II pada 8 Desember lalu,  diduga jaringan yang sama dengan empat pelaku dengan modus yang sama sebelumnya yang juga digagalkan petugas Avsec.

"Kalau dilihat dari modus mereka menyeludupkan sabu-sabu di selangkangan, kami duga ini jaringan yang sama,"ujar Kasat Narkoba Kompol Deddy Herman SIK.  Lanjut Deddy, bukan hanya modus penyeludupan, dari tujuan dua pelaku juga sama dengan empat pelaku sebelumnya. Bukan hanya itu, untuk biaya dua pelaku tersebut juga dibayar dengan harga yang sama.

‘’Empat sebelumnya yang kami tangkap mengaku sebagai kurir dibayar Rp12 juta per paket. Dua pelaku yang kami tangkap baru-baru ini mengaku juga dengan nilai serupa dibayar sebagai kurir,’’ jawabnya.

Ditanya dari mana pelaku yang dibekuk di bandara mendapatkan barang haram itu, Deddy belum bisa menjawab.    ‘’Kalau saya tahu sudah saya tangkap. Sama halnya dengan empat pelaku sebelumnya,’’ sebutnya. Soal bagaimana  pelaku berkomunikasi pada pemilik narkoba, Deddy  juga tidak menjawab. Ia beralasan itu menjadi rahasia penyidik dan masih dalam pengembangan.  "Dalam penyelidikan ini,  pihaknya kesulitan. Dua pelaku ini banyak bohongnya,"ungkapnya. (rpg)