Bus Kafilah MTQ Rohul Tabrakan, Satu Kafilah Tewas


riaupotenza.com
Bagian kanan bus yang disenggol truk.

ROHUL (RPZ) - Diduga melaju dengan kecepatan tinggi disertai ketidak hati-hatian pengemudi bus pariwisata nomor polisi A 7355 U yang membawa rombongan kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Rohul menuju Kota Dumai bertabrakan dengan dump truck Colt Diesel BM 8553 MF di KM 224/225 Desa Kepenuhan Hulu, Kecamatan Kepenuhan Hulu.

Akibat tabrakan yang terjadi, Sabtu (9/12) sekitar pukul 10.00 WIB, salah seorang penumpang bernama Wahyu Permana Putra (16) warga Kaiti, Kecamatan Rambah mengalami luka berat di bagian kepala. Korban sempat dibawa ke Klinik Pratama Medika Kepenuhan, namun nyawanya tak tertolong.

Dalam kecelakaan maut itu, penumpang lain bernama Yuda Pratama (16) hanya mengalami luka ringan dan setelah menjalani perawatan ringan di Klinik Pratama Medika Kepenuhan, korban diperbolehkan pulang.

Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK MH melalui Kasat Lantas AKP Risnan Aldino SIK menerangkan, kecelakaan maut itu terjadi berawal bus pariwisata warna kuning bernomor polisi A 7355 U dikemudian oleh David (43), melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Pasir Pengaraian menuju Kota Dumai di jalan lintas Provinsi di Kecamatan Kepenuhan.

Selain melaju dengan kecepatan tinggi, pengemudi bus pembawa rombongan kafilah MTQ Rohul ini juga diduga tidak hati-hati ketika melewati jalan tikungan di KM 224/225 Desa Kepenuhan Hulu, Kecamatan Kepenuhan Hulu. Dari arah berlawanan, datang mobil Dump Truck Colt Diesel yang dikemudikan Wandi (19), warga Muara Nikum Desa Rambah Hilir Tengah kecamatan Rambah Hilir. 

Karena sama-sama melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga tabrakan tak terelakkan. ‘’Akibat kecelakaan maut itu, seorang pelajar benama Wahyu Permana Putra meninggal dunia. Kemudian satu lagi Yuda Pratama alami luka ringan,’’ kata AKP Risnan.

Sementara, berdasarkan keterangan Kakan Kemenag Rohul Drs Syahrudin MSy, bus pariwisata warna kuning itu merupakan membawa rombongan penari dari Rohul yang rencananya akan tampil pada pembukaan MTQ di Kota Dumai. ‘’Tabrakannya di sekitar Pekan Tebih antara mobil bus pariwisata yang membawa penari kita yang akan tampil besok di pembukaan MTQ Riau di Dumai,’’ kata Syahrudin, Sabtu sore.

Berdasarkan keterangan yang ia dapatkan, salah seorang anggota penari, yakni Wahyu Permana Putra (korban meninggal) yang juga siswa SMAN 1 Rambah ini, ketika kejadian korban sedang tertidur sehingga kepalanya keluar dari kaca mobil. 

Korban saat itu duduk di bangku bagian belakang pada sebelah kanan Bus Pariwisata pembawa rombongan puluhan penari dari Rohul yang akan tampil pada pembukaan MTQ Riau di Kota Dumai itu.

‘’Informasi yang kami dapatkan, saat kejadian seperti itu, sehingga ketika ekor mobil bertemu, maka anak itu terkena senggolan truk itu,’’ ungkapnya.

Taat Beribadah

Duka mendalam masih menyelimuti keluarga pasangan Jalaluddin dan Aspalila atas kepergian anak kedua mereka yang bernama Wahyu Permana Putra.

Di rumah duka yang terletak di Dusun Kaiti, Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah, terlihat bendera putih tanda keluarga sedang berduka. Kemudian juga ada beberapa papan bunga ucapan belasungkawa di bagian depan rumah.

Para tokoh masyarakat dan warga sekitar pun silih berganti memasuki rumah duka dengan agenda takziah. Dalam takziah itu juga hadir perwakilan Jasa Raharja Pasir Pengaraian Kuswandi.

Menurut keterangan paman korban Topik Ahmadi Daulay, almarhum merupakan sosok yang baik hati, patuh kepada orangtua dan rajin beribadah. Kemudian ia juga tipe orang yang mudah bergaul dengan orang-orang baru dikenalnya.

Menurut Topik, kepergian salah seorang keponakannya ini merupakan duka yang sangat mendalam. Dikarenakan, korban merupakan anak yang berbakat dan saat itu sedang menempuh pendidikan di SMAN 1 Rambah.

‘’Kesedihan ini sangan mendalam. Apalagi saat ini Ayahnya sedang dirawat di Rumah Sakit karena juga mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu,’’ kata Topik.

Ia juga menerangkan, sebelum kepergiannya, korban juga sempat merawat ayahnya yang sedang menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Kecamatan Rambah.

‘’Sebelum berangkat ke Dumai, keponakan saya itu sempat minta uang ke orangtuanya. Dan dia berjanji, kalau uang itu berlebih atau bersisa untuk kebutuhannya di Dumai, akan dikembalikan,’’ ucapnya.

Diakui Topik, sebelum dikebumikan di Tempat Pemakan Umum desa setempat, korban disembahyangkan di Masjid Darussalam, Kaiti. Pada kegiatan itu korban di sholatkan lebih dari 300 jemaah.

‘’Waktu pemakaman, ayah korban juga ikut walaupun masih dalam perawatan dokter akibat kecelakaan yang ia alami,’’ tutup Topik.

Sementara, Jasa Raharja Pasir Pengaraian Kuswandi yang juga hadir pada Tahziah itu mengatakan kedatangannya merupakan salah bentuk rasa belangsungkawa atas kejadian itu. Kemudian ini juga merupakan ajang silaturahmi.

‘’Selain silaturahmi, kita juga mempersiapkan berkas untuk menyalurkan santunan kepada kelurga korba,’’ kata Kuswandi.

Dilanjutkan Kuswandi, adapun santunan yang akan diberikan pihak Jasa Raharja Pasir Pengaraian kepada keluarga korban, yakni santunan tunai sejumlah Rp50 juta. Dan rencananya akan diberikan pada Senin (11/12).

‘’Kita sedang koodinasi dengan Ajudan pak Plt Bupati Rohul H. Sukiman, mudah-mudahan beliau juga bisa hadir pada pemberian santunan itu,’’ tutupnya. mxw