Target 75 Ribu Wisatawan Pertahun

Minas, Surganya Penghobi Motor Trail


riaupotenza.com
Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Kasim yang terletak di Minas, Kabupaten Siak, siap menjadi destinasi wisata bagi para bikers.

ANDA pecinta olahraga adrenaline? Jika ya, maka untuk berwisata pun Anda akan memilih tempat wisata yang akan menguji adrenaline Anda sehingga akan menjadikan Anda puas dan merasa senang. Tempat wisata menantang memang akan selalu dicari dan memberikan tantangan dan juga keekstriman tertentu untuk dinikmati.
 
Ada banyak sekali tempat wisata menantang yang wajib dikunjungi di Riau. Salah satunya adalah wisata Tahura Minas, Riau.
 
Kecamatan Minas merupakan daerah yang tidak lagi asing bagi masyarakat Riau. Daerah ini terletak di sebuah desa di kabupaten Siak. Selama ini daerah ini dikenal sebagai desa yang berpenduduk sedikit, karena di sekitarnya dikelilingi hutan.
 
Ternyata, hutan yang mengelilingi desa itu memiliki karakter, kekayaan dan keindahan yang mampu membuat para pengunjung terpesona. Hutannya masih benar-benar asri dan alami.
 
Bahkan, bagi penghobi motor trail daerah ini memiliki sensasi yang sangat menatang dengan track yang sulit dilalui. Selain itu track juga masih alami, pokoknya sulit terlupakan.
 
‘’Lokasi wisata Tahura Minas merupakan lokasi baru yang memiliki potensi luar biasa di Riau,’’ kata Kepala Dinas Parwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Fahmizal Usman, kepada wartawa.
 
Menurutnya, sekarang ini sudah saatnya kembali beralih pada eko wisata yang keindahanya benar-benar asri alami dan mempesona. Seperti daerah Tahura, Minas. Selain didominasi hutan yang alami dan rindang, pengunjung juga bisa melakukan berbagai kagiatan. Seperti, camping ground, Wisata konserfasi, Hiking dan banyak lainnya.
 
‘’Di sana kita juga bisa dihibur gajah-gajah terlatih hasil didikan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau,’’ katanya.
 
Tahura Minas kata Fahmi, merupakan destinasi wisata yang cocok untuk bertualang. Biasanya diminati wisatawan mancanegara yang hobi berpetualangan alam. Lokasi ini juga cocok untuk para penghobi trail yang menyukai track yang menantang.

Sedangkan langkah pengembangan eko wisata di Tahura Minas, Kepala Dinas Parwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Fahmizal Usman, sudah melakukan pembahasan dengan pihak kabupaten/kota, rermasuk intansi pemerintahan terkait, seperti pihak kehutanan dan lainnya.
 
Masih kata Fahmi, pihak terkait mengaku sangat mendukung Tahura Minas menjadi lokasi destinasi wisata unggulan Riau kedepan.
 
‘’Untuk pengembangan ini, kita tidak hanya sepakat, tapi juga telah melakukan MoU untuk penggagasan kerja sama,’’ katanya.
 
Menurut Fahmi, saat ini pihaknya bersama pihak terkait terus menggesa pengembangan wisata yang dimiliki Riau. Selain wisata yang akan menjadi andalan Riau, hal ini juga untuk mewujudkan visi misi Riau 2020 mejadi pusat destinasi wisata di Indonesia.
 
‘’Karena kakayaan alam yang dimiliki Riau tidak kalah bagusnya dibandingkan daerah lain,’’ katanya.
 
Banyak destinasi wisata di Riau yang sudah dikenal oleh wisatawan kata Fahmi, seperti bakar tongkang di Kabupaten Rohil, pacu jalur di Kuansing, Candi Muara Takus di Kampar, Tour de Siak dan lainnya.
 
‘’Bahkan beberapa destinasi wisata itu sudah menjadi vaforit wisatawan manca negara,’’ katanya.
 
Ke depan, kata Fahmi, pariwisata merupakan andalan untuk meningkatkan ekonomi daerah. Karena Riau tidak lagi bisa bergantung pada minyak maupun kelapa sawit. Sektor wisata juga bisa menciptakan lapangan kerja. Terutama masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
 
‘’Itulah tujuan utama pemerintah untuk menjadikan Riau pusat wisata dengan target kunjungan wisatawan minimal 75 ribu tiap tahun,’’ kata Fahmi.
 
Lebih lanjut dijelaskan penghobi motor trail ini, bahwa pihaknya juga menggesa pengembangan lokasi wisata-wisata uyang ada di tengah perkotaan. Seperti kawasan Purna MTQ Pekanbaru. Kawasan itu rencananya akan dijadikan destinasi wisata dalam kota.
 
‘’Tujuannya untuk persinggahan dan lokasi santai bagi wisatawan lokal maupun manca negara,’’ katanya.
 
Untuk pengembangan wisata, Fahmi mengaku harus bisa memamfaatkan seluruh penjuru. Pasalnya, lokasi yang menurut warga lokal biasa, tetapi bagi masyarakat luar, bisa menjadi luar biasa.
 
‘’Apalagi bangunan yang ada di lokasi tersebut merupakan ciri khas bagi masyarakat melayu. Kita optimis bisa membawa Riau menjadi menjadi The Homeland Off Melayu,’’ ungkapnya.(ppg/dre).