Soal Program dan Anggaran dari APBN

DPPPA Minta Kementerian PP-PA Perhitungkan Bengkalis


riaupotenza.com
ASISTEN Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian PP-PA RI Usman Basuni, SE, MA, MPhl sedang memberikan materi pelatihan konseling dan pendampingan penanganan kasus perempuan dan anak di Jakarta.(sukardi)

JAKARTA (RPZ) — Disela-sela kegiatan pelatihan konseling dan pendampingan penanganan kasus perempuan dan anak di Jakarta, Rabu (29/11/2017) lalu. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkalis berharap, pemerintah pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) RI turut memperhitungkan Kabupaten Bengkalis melalui program pusat yang dibiayai melalui APBN.

Hal itu disampaikan Kepala DPPPA Kabupaten Bengkalis melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Wasiah dihadapan Asisten Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian PP-PA RI Usman Basuni, SE, MA, MPhl selaku pemateri dalam kegiatan pelatihan konseling dan pendampingan penanganan kasus perempuan dan anak.

Menurut Wasiah,untuk urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak ini, Kabupaten Bengkalis serius untuk menjalankannya. Selain dari pembiayaan di APBD Bengkalis, diharapkan juga Kementerian PP-PA RI bisa memberikan bantuannya ke Pemkab Bengkalis melalui DPPPA Kabupaten Bengkalis.

“Salah satu daerah penghasil Migas di Provinsi Riau, kabupaten Bengkalis diharapkan juga mendapatkan perhatian dari Kementerian PP-PA RI, karena selama ini komunikasi dan silahturahmi kita juga baik ditingkat kementerian, bahkan tak asing lagi bagi Bengkalis,”kata Wasiah.

Hal itu terlihat mendapat sambutan hangat dari Asisten Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian PP-PA RI Usman Basuni, SE, MA, MPhl. Namun menurut, Usman Basuni, Pemerintah Kabupaten Bengkalis harus berkoordinasi dengan Pemprov Riau, karena untuk Riau itu program dari Kementerian PP-PA RI pernah disalurkan.

“Kalau Kabupaten Bengkalis apakah masuk, saya belum cek, tapi kalau untuk Provinsi Riau itu ada. Diharapkan berkoordinasi nantinya,”kata Usman Basuni.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 30 perserta pelatihan konseling dan pendampingan penanganan kasus perempuan dan anak utusan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkalis, Rabu (29/11/2017) kemarin langsung mendapat materi dari tiga narasumber.

Tiga narasumber yang dihadirkan diantaranya Rini Handayani, SE, MM dari Asisten Deputi Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Ekploitasi Kementerian Pemberdayaan  Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) RI, kemudian Rita Pramawati dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat, dan Usman Basuni, SE, MA, Asisten Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian PP-PA.

Bertempat di Room Metting VIP Hotel Losari Roxy, Jalan KH. Hasyim Ashari, Jakarta. Tiga narasumber ini secara bergantian memberikan materi serta pemahaman kepada peserta konseling dan pendampingan penanganan kasus perempuan dan anak.

Sementara itu, DPPPA Kabupaten Bengkalis Hj Yusnani dari DPPPA Kabupaten Bengkalis bertindak sebagai moderator secara resmi memimpin jalannya kegiatan. Sedangkan Kepala DPPPA Kabupaten Bengkalis H Mustafa diwakili Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Wasiah membuka resmi pelatihan konseling yang berlangsung dari tanggal 28 November sampai 1 Desember 2017.(kar)