Edi Sakura : “Pusat Anggap Seluruh Sekolah Kita Sudah Sempurna”

DAK Untuk Pendidikan di Bengkalis Turun


riaupotenza.com
Plt. Kadisdik Kab. Bengkalis Edi Sakura.(foto dok)

BENGKALIS (RPZ) — Dana Alokasi Khusus (DAK)  yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017, khusus pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan kabupaten Bengkalis mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Untuk Tahun 2017 ini, Bengkalis hanya mendapatkan DAK senilai Rp 10 miliar.

Demikian disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis Edi Sakura, Selasa (22/11) kepada sejumlah wartawan. Menurut Edi Sakura, besaran DAK yang diterima itu setiap tahun mengalami penurunan. Faktornya adalah, pemerintah pusat menganggap seluruh sekolah di Kabupaten Bengkalis sudah lengkap, karena sudah memiliki akreditasi A melalui sistem data base.

“Faktor DAK kita turun karena, pemerintah pusat berasumsi sekolah-sekolah kita sudah mapan semua, sudah lengkap. Karena sekolah berebut akreditasi A, jadi mau tidak mau kita harus terima, padahal akreditasi itu di dapat dengan cara tidak jujur, maka alangkah baiknya kita jujur saja hari ini dengan kondisi kita,”kata Edi Sakura.

Permasalahan berebut akreditasi A ini yang menjadi persoalan. Sehingga, sekolah yang seharus butuh sarana, karena sudah akreditasi A walau pun memperoleh akreditasi A dengan cara memanupulasi data, akhirnya membuat pemerintah pusat berasumsi melalui data yang mereka miliki, sekolah-sekolah di Kabupaten Bengkalis sudah mampu dan memenuhi standar.

“Beberapa kali kami ke Kementerian, dan ternyata hal ini yang menjadikan DAK kita tahun ke tahun berkurang,”paparnya.

Ia pun berharap hal ini harus dimaklumi oleh sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Bengkalis. Namun, Disdik tak akan berpangku tangan soal ini, akan terus berupaya bagaimana sekolah bisa lebih baik lagi, dan tentunya mendapatkan perhatian anggaran dari pemerintah pusat atau kementerian pendidikan.

Tak hanya itu, sambung Edi Sakura, saat ini Kabupaten Bengkalis sendiri mengalami kekurangan tenaga pengajar atau guru. Terutama guru Sekolah Dasar (SD) yang kekurangannya mencapai 410 guru, dan guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) juga diperlukan sebanyak 246 guru.

“Mudah-mudahan dengan adanya penerimaan CPNS  daerah tahun ini juga ada untuk kategori tenaga pengajar (guru) SD dan SMP. Karena penerimaan guru ini sempat kosong dan ditiadakan hampir delapan tahun, belum lagi dihadapkan dengan banyaknya guru yang memasuki masa purna bakti (pensiun,red),”katanya.(kar)