Jalan Desa Rantau Baru Nyaris Putus


riaupotenza.com
Jika banjir datang beginilah kondisi jalan menuju Desa Rantau Baru Pangkalan Kerinci. Hingga saat ini masih bisa dilewati, beberapa hari kedepan terancam putus.

PANGKALANKERINCI RPZ-Debit air Sungai Kampar terus meningkat. Satu-satunya jalan darat menuju Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci mulai terendam. Di beberapa titik air sudah merendam badan jalan. Karena air pasang terus naik, beberapa hari kedepan hampir dapat dipastikan akses jalan itu akan putus.

     ‘’Sudah beberapa hari terakhir ini air pasang Sungai Kampar terus meningkat. Ada beberapa titik menuju desa sudah mulai terendam. Malah kedalamannya lebih 50 centimeter. Kalau pakai sepedamotor matic, dipastikan tak melintas dan akan mogok,’’kata M Nasir, warga Desa Rantau Baru di Pangkalan Kerinci, Senin (20/11).

   Menurut M Nasir yang akan mengikut rapat pendidikan anaknya di SMPN Bernas, Pangkalan Kerinci, lazimnya jika banjir besar datang, maka akses jalan desa sepanjang kurang lebih 3 kilometer dari bibir akses road PT RAPP akan tenggelam. ‘’Kalau tenggelam, alternative lain, masyarakat menggunakan pompon untuk berbagai keperluan keluar dari desa. Kalau sekarang, masih bisa lewat. Namun jika beberapa hari kedepan belum tahu lagi, karena jika melihat pasang air semakin meningkat,’’paparnya.

     Meningkatnya debit air Sungai Kampar lanjut M Nasir, selain memang pasang air laut yang berpengaruh juga curah hujan belakangan ini cukup tinggi serta kiriman air dari Kampar Kiri. ‘’Biasanya bulan Nopember ini sudah puncak banjir. Tapi sekarang masih, baru mulai. Paling Desember nantilah,’’ungkapnya.

     Kendati sudah terbiasa dengan banjir yang sampai merendam kampung lanjut Nasir, tetap saja mengganggu aktivitas masyarakat. Terutama masyarakat yang menggantungkan hidup sebagai nelayan.

   Setakad informasi, ratusan kepala keluarga mendiami di perkampungan Desa Rantau Baru Pangkalan Kerinci. Mereka tinggal di bibir Sungai Kampar dengan membangun rumah-rumah panggung. Namun, jika banjir besar datang hingga rumah terendam, warga setempat juga biasa membangun pentas di dalam rumah.

    Tokoh pemuda setempat lainnya, Adi Sumantri, mengatakan, jika banjir besar datang, jalan darat satu-satunya menuju desa mereka bagaikan lautan. ‘’Iyo Bang macam lautan. Elok pakai ampibi kalau mau balek kampung. Sebetulnya kami berharap, pihak swasta atau pemerintah bisa meninggikan lagi badan jalan seperti jalan PT RAPP, kendati banjir besar, namun warga bisa melintas dan bisa beraktivitas lain. Kalau tidak, ya pastilah terisosali. Paling bisanya pakai pompon. Kami berharap pemerintah memperhatikan jalan desa kami yang tak sampai 3 kilometer itu,’’pungkasnya berharap.amr