Lagi Tidur, Janda Dirampok


riaupotenza.com
Korban saat memberi keterangan ke polisi.

DUMAI (RPZ) - ‘’Mana kunci motor dan surat suratnya, saya mau pulang ke Jawa’’. Perkataan dari pelaku perampokan tersebut terus terngiang di telinga Resti Nedia (28) warga Jalan Bangun Sari, Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur.

Resti janda beranak ini merupakan korban perampokan pria bertopeng di bagian kepala dengan sebilah parang di tangannya yang masuk ke kediaman korban dan mengambil paksa motor milik korban.

Kejadian tersebut terjadi ketika korban sedang tidur di dalam kamar rumah orang tuanya bersama anaknya yang masih berusia 3 tahun, Rabu (15/11) sekira pukul 08.00 WIB. Tanpa disadari korban pintu rumah bagian belakang tidak terkunci hingga pelaku dengan leluasa masuk ke dalam rumah.

Dengan sebilah parang di tangan dan muka ditutupi topeng tersangka masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamar korban. Tersangka sempat mengancam agar korban tidak berteriak setelah aksinya diketahui korban.

Situasi lingkungan yang sepi dimanfaatkan tersangka untuk masuk ke dalam rumah korban Resti Nindya (28), melalui pintu dapur dimana saat kejadian korban tidak mengunci pintu dapurnya. Dengan sebilah parang tersangka memgancam korban agar tidak berteriak, atas kejadian tersebut barang berharga milik korban raib dibawa kabur maling.

Resti Nindya mengatakan, di saat kejadian korban sedang tiduran dikamar, yang kemudian didatangi tersangka menggunakan sepilah parang. “Saya tahunya saat tersangka masuk ke kamar menggunakan penutup wajah dan menodongkan sebilah parang, yang langsung meminta sejumlah barang berharga milik saya,” ujar ibu beranak satu tersebut.

Lanjutnya menjelaskan, ia sempat menawari sejumlah uang namun tersangka tetap meminta kunci dan surat-surat sepeda motor tersebut. “Mana kunci motor dan surat-suratnya, saya mau pulang ke Jawa ujar tersangka yang menggunakan penutup wajah sembari menodongkan sebilah parang kepada saya,” jelasnya saat diperiksa penyidik Polsek Dumai Timur.

Atas kejadian tersebut korban kehilangan 1 unit sepeda motor, 2 unit handphone dan uang sejumlah Rp250.000, kasus pencurian dengan kekerasan itu sedang dalam proses aparat Kepolisian.

Kapolres Dumai AKBP Restika Pardamean Nainggolan melalui Kapolsek Dumai Timur AKP Zamzami membenarkan adanya kejadian perampokan disertai kekerasan atau Curas yang terjadi di Kelurahan Tanjung Palas.

“Saat ini kasus tersebut sedang kita tanggani dan masih dalam proses pemeriksaan korban dan saksi-saksi lainya atas kejadian tersebut korban memgalami kerugian sekitar Rp13.000.000,” ujar AKP Zamzami.mxu