Lapangan Yonif Lautan Manusia

Sosialisasi 4 Pilar dan Tablik Akbar Gugah Ribuan Jamaah


riaupotenza.com
Ribuan massa hadir di acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dan tablik akbar di Yonif 132/BS Salo, Selasa (14/11).

SALO (RPZ) - Cuaca cukup bersahabat. Walau panas, tapi tak begitu terik. Lapangan Batalyon Infanteri (Yonif) 132/Bima Sakti Salo, Selasa (14/11) siang menjelang sore. Ribuan santri dan warga Kampar hadir untuk mengikuti Sosialisas 4 Pilar MPR RI dan juga mendengarkan tablik akbar dari Ustadz Abdul Somad Lc MA. 

Sejak siang, pukul 14.00 WIB magnet acara ini nampak jelas dan begitu terasa. Tak hanya para santri yang berduyun-duyun datang, tetapi para warga Bangkinang, Salo dan sekitarnya juga hadir. Mereka menunggu kehadiran rombongan Panglima santri HA Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin. Ikut bersama rombongan anggota MPR RI HM Lukman Edy, Sekjen MPR RI Ma'ruf Cahyono dan sejumlah pengurus DPP PKB. Sedang Danrem 031/Wira Bima Brigjen Edy Natar Nst lebih dulu hadir dan disambut Danyon 132/Wira Bina Aidil Amin.

Saat pembukaan, Sekjen MPR RI Ma'ruf Cahyono dengan penuh semangat menyapa ribuan santri yang berbaris rapi di lapangan. Bahkan dengan semangat membara, ia mengajak seluruh santri untuk bernyanyi bertajuk 'Bangun Pemudi Pemuda'. Ia juga meneriakkan yel-yel, "hidup santri. Hidup santri." Teriakan ini dibalas oleh seluruh santri yang hadir, juga dengan penuh semangat.

Tak kalah bersemangat, Danrem 031/WB Brigjen Edy Natar, juga menyinggung tentang pentingnya santri dan pesantren dalam perjuangan kemerdekaan bang Indonesia. Menurut Danrem, kehadiran para santri dan pesantren sudah ikut mewarnai kemajuan negeri ini. Ia menyebutkan, bahwa sosialisasi 4 pilar ini sangat penting untuk terus mewariskan dan memperdalam nilai-nilai kebangsaan dan kenegaraan. Komponen 4 pilar ini, antara lain Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sementara Bupati Kampar yang diwakili Sekdakab Drs Yusri dalam sambutannya mengatakan,  bahwa santri dan pesantren sudah tak asing lagi bagi Kampar. Karena Kampar adalah daerah yang berjuluk 'Negeri Serambi Mekkah'. Makanya, kata dia, dengan adanya acara ini di Kampar tentu sudah sangat tepat. Ia berharap semua undangan bisa senang berda di Kabupaten Kampar dan mohon maaf jika kurang baik dalam penyambutan.

Dalam pada itu, Panglima Santri HA Muhaimin Iskandar, Cak Imin, dalam pidatonya menyinggung tentang keterlibatan santri dan pesantren dalam berjuang di saat awal kemerdekaan. Cak Imin bercerita tentang sejarah tanggal 22 Oktober 1945, yang saat ini ditetapkan sebagai Hari Santri. Menurutnya, pada masa itu perjuangan santri dan pesantren sudah mengubah wajah bangsa ini. Semangat inilah yang terus diwariskan menjadi semangat bersama untuk membangun Indonesia sekarang dan di masa yang akan datang.

Di tangan para santri inilah kata Cak Imin, nasib bangsa Indonesia ini dititipkan. "Teruslah menjadi santriwan dan santriwati yang tekun belajar dan menjadi pilar kemajuan umat Islam. Kehadiran santri dan pesantren sudah pasti akan menjadi pendorong kemajuan suatu bangsa," ujar Cak Imin penuh semangat.

Sedangkan Ustadz Abdul Somad makin membakar semangat para santri dan seluruh orang tua yang hadir di lokasi acara. Ustadz kondang Riau dan sudah terkenal se Indonesia, bahkan luar negeri ini, menyampaikan beberapa kelebihan santri. Di antaranya, kata dia, doanya makbul, diangkat derajatnya, levelnya internasional.

Karenanya, Abdul Somad mengajak para santri untuk terus belajar. "Kuasai bahasa. Dengan bahasa kita bisa menguasai dunia. Perbanyak dan perdalam ilmu pengetahuan, tanpa meninggalkan pelajaran agama. Semakin tinggi ilmu pengetahuan seseorang, semakin dalam pula ilmu agamanya pastilah akan lebih lengkap diri seorang itu," kata Ustadz Somad.  

Usai ceramah, usai pula seluruh rangkaian acara. Seluruh undangan nampak berbaur dan bersalaman dengan Ustadz Abdul Somad juga tamu undangan. Malam hari, lokasi acara ini diramaikan dengan hiburan rakyat yang dihibur oleh pemusik dari Kampar. Seluruh warga diajak hadir dan meramaikan acara hiburan ini.(uli)