Tugu Agresi di Kota Rengat Penuh Nilai Sejarah


riaupotenza.com
Tugu Agresi di depan Rumah Dinas Bupati Inhu

RENGAT (RPZ) - Keberadaan Tugu Agresi yang berdiri dengan kokoh di Jalan A. Yani, Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau,  tepatnya di depan kediaman Dinas Bupati Indragiri Hulu seakan menjadi penanda bahwa Rengat memiliki nilai historis perjuangan yang sangat tinggi sebelum kemerdekaan atau sesudah kemerdekaan.

Tugu Agresi bahkan menegaskan bahwa menjadi salah satu icon Kota Rengat yang memiliki julukan Kota Bersejarah. Siapapun pasti tahu akan beberadaan tugu tersebut. Dengan tulisan nama para pahlawan yang gugur di tugu tersebut, semakin membuktikan bahwa satu peristiwa besar pernah terjadi di Kota Rengat.

Namun ironisnya ternyata sejarah dibangunnya Tugu Agresi jarang diketahui oleh generasi sekarang. Namun Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dibawah kepemimpinan Bupati H. Yopi Arianto SE membuat sebuah terobosan baru dan bahkan untuk mengenang kejadian bersejarah tersebut, seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Inhu diwajibkan untuk memperingatinya setiap 5 Januari. Selain itu juga setiap tahunnya Pemkab Inhu juga memperingatinya.

Eka Arrival Aprianto, salah satu putra dari Pejuang Inhu saat dikonfirmasi, Senin (13/11) mengungkapkan bahwa  tugu agresi yang biasa dikenal dengan tugu 5 Januari tersebut memang berdiri kokoh tepat di pinggir Sungai Indragiri. 

Tugu tersebut untuk mengenang para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan saat Agresi II Belanda.

Berada di pinggir sungai, di sekitar kawasan terdapat taman dan fasilitas olahraga. Selain itu monumen ini berada tepat di depan rumah dinas Bupati Kabupaten Indragiri Hulu.

“Tugu ini memang dipersembahkan untuk mereka yang telah mendahului kita. Ratusan nama tentara dan rakyat yang tewas pada peristiwa itu, terpampang jelas di tugu tersebut,” ujar Eka.

Pria yang dikenal ramah ini juga menjelaskan bahwa dalam tugu tersebut juga terdapat nama adek kandung dari Bapaknya, yaitu Prajurit 1 Ahmad Rads yang ikut gugur pada peristiwa berdarah di Kota Rengat.

Pada kesempatan tersebut, Eka juga menyampaikan kalau semua tahu, sebenarnya bukan itu harapan dari perjuangan yang mereka berikan. Namun tiada lagi yang dapat diberikan untuk mereka yang telah memberikan indah dan nyamannya kehidupan sekarang, selain do’a yang ikhlas serta bangunan tugu untuk dapat dikenang sepanjang masa.

Dari prasasti peresmian, Tugu Agresi ini diresmikan pada 17 Oktober 1984. Dari sejumlah literatur menyebutkan bahwa keberadaan tugu agresi ini  selain untuk mengenang perjuangan masyarakat Rengat mempertahankan kemerdekaan juga mengambarkan semangat dan etos kerja masyarakat Rengat.azi.