Penyeludupan Rokok Senilai Rp714 Juta Rupiah Digagalkan


riaupotenza.com
Penyeludupan rokok senilai Rp714 juta digagalkan polisi.

DUMAI (RPZ) - Sempat diduga adanya penyeludupan Narkotika dalam skala besar, namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Opsnal Satres Narkotika Polres Dumai ternyata ditemukan puluhan kardus rokok Luffman asal Batam tanpa cukai, Ahad (05/11) sekira pukul 21.30 WIB di Jalan Raya Penerbit, Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai.

Ketiga tersangka yang diamankan pihak kepolisian tersebut yakni SU (26) warga Jalan Sri Meranti, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, PA (32) warga Jalan Teladan Teladan, Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur serta seorang perantara berinisial AU, Warga Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis.

Penggerebekan tersebut bermula dari adanya informasi masyarakat yang menyebutkan ada satu unit kapal speed boat yang diduga akan membawa narkoba bersandar disalah satu pelabuhan rakyat di Kota Dumai.

Tim yang tidak ingin kecolongan atas informasi tersebut langsung melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP). Disana petugas menemukan 1 unit mobil pick-up Hilane BK 4871 VV warna merah dan 1 unit mobil truk colt diesel BM 8204 RE sedang memuat puluhan kardus dari speed boat.

Berdasarkan informasi dilapangan, dari hasil pemeriksaan petugas terhadap 1 unit mobil pick-up Hilene BK 8471 VV ditemukab 34 kardus rokok merk Luffman, sedangkan 1 unit mobil truck mitshubhishi cold diesel BM 8204 RE berisi 85 kardus rokok merk Luffman.

Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan, SIK.MSi saat dikonfirmasi mengatakan, dari hasil pemeriksaan rokok luffman tersebut berasal dari kota Batam. “Dari hasil introgasi yang kita lakukan, pengakuan pelaku bahwa rokok tersebut berasal dari Batam dan hendak diseludupkan di Kota Dumai,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan AKBP Restika, setelah dilakukan penghitungan total dari keseluruhan rokok yang berhasil diamankan berjumlah 117.900 bungkus. “Total rokok Lufman yang berhasil kita amankan yakni berjumlah 119.100 bungkus dan kalau diuangkan berjumlah Rp714 juta,” jelasnya.

Terakhir disampaikan mantan Kapolres Siak, untuk tersangka yang berhasil diamankan yakni berjumlah 3 orang dengan peran 2 sebagai pengangkut dan 1 suplaier. “Masing-masing tersangka berinisial Su (26),  Pa (22)  dan AU (34). Untuk ketiga pelaku diancam dengan UU nomor  39 tahun 2007 tengang cukai dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara dan UU nomor 8 tahun 1995 tentang perlindungan kosumen dengan ancaman maksimal 5 tahun,” pungkasnya.

Pengawasan dan Penindakan Ditingkatkan

Keberhasilan Polres Dumai menggagalkan penyelundupan ratusan rokok ilegal, Ahad (5/11) malam mendapat apresiasi dari Kapolda Riau Irjen Pol Drs Nandang MH.

Kapolda mengungkapkan, bahwa keberhasilan ini adalah sebagai bentuk tugas Polisi menghambat masuknya barang-barang ilegal ke Provinsi Riau. ‘’Di lihat dari letak geografis Provinsi Riau. Wilayah kita ini adalah sebagai tempat persinggahan masuknya barang-barang ilegal, seperti rokok dan narkoba. Jadi kinerja Polres Dumai, patut kita apresiasi,’’ ujarnya.

Selain menjalankan tugas Kepolisian melakukan pengawasan dan penindakan. Menurutnya, upaya lain yang dilakukan pihaknya (Polda,red) dan jajaran, yakni dengan mengintensifkan kerjasama dengan pihak Bea dan Cukai, serta TNI AL sebagai penjaga kawasan perairan Provinsi Riau.

‘’Sebagai bentuk sinergitas antar instansi, bersama-sama, Polda Riau, TNI AL dan Bea dan Cukai juga sering melakukan operasi bersama,’’ katanya.

Untuk kedepannya, Kapolda mengatakan, sudah memerintahkan jajarannya yang berurusan langsung dengan kawasan perairan Provinsi Riau. Agar semakin mengintensifkan pengawasan dan penindakan. ‘’Kedepanya, tentunya upaya penindakan dan pengawasan akan kita intensifkan dan tingkatkan,’’ pungkasnya.mxk