Operator Digelandang ke Polsek

TANAH GKPN DIGARAP MANTAN PEJABAT


riaupotenza.com
Alat berat milik mantan pejabat kabupaten di lokasi GKPN III.

KAMPAR RPZ– Tanah kaplingan GKPN (Gabungan Koperasi Pegawai Negeri) Provinsi Riau digarap lagi, dua lokasi sekaligus. Seorang operator alat berat Minggu (298) digelandang para pemilik tanah ke Polsek Tambang, Kampar. Satu lokasi lagi yang diduga dimiliki mantan pejabat Kampar masih terus digarap.

“Ini sudah kesekian kalinya. Walaupun kasus sedang berproses di Polda Riau mereka tetap terus berani menggarapnya. Bahkan sekali ini lebih nekat lagi. Tanah yang dibuldozer langsung dibangun perumahan,” kata Lubis, koordinator Lapangan Kaplingan GKPN, yang memimpin puluhan pemilik tanah.

Satu lokasi digarap Ags, warga Panam, yang menurut pengakuannya di depan pemilik tanah GKPN di Polsek Tambang, pada tanah yang digarapkanya tersebut akan dibangun perumahan. Ketika ditanya surat kepemilikan lahan tersebut dia menyebut tidak membawa karena dipegang sang pemiliknya, Hsn. Sedangkan dia mengaku seorang developer yang diberi kerja membangun perumahan. Tetapi saat ditanya apa nama perusahaan real estatenya dia tidak dapat menyebutkannya.

Lubis berserta rombongan meminta Polsek mengeluarkan surat laporan atas kasus ini. Tetapi Ags sendiri meminta berunding dulu. Beberapa kalimatnya kemudian pun dia tarik lagi. Tanah tersebut, menurutnya, bukan milik Hsn tetapi miliknya sendiri yang dibelinya dari Syarbaini, seorang warga yang belum diketahui sosoknya oleh anggota GKPN. 

 

DIGARAP MANTAN PEJABAT

Satu lokasi lagi, di ujung GKPN III, penggarapan lahan kaplingan lebih luas lagi. Jumlah alat beratnya lebih banyak dan jumlah pekerjana juga lebih banyak. Parit pembatas sudah dikeruk dalam. Sekian hektar lahan sudah diratakan dengan buldozer. Selain buldozer di dua lokasi terlihat juga ada alat berat vibratory ruller.

Beberapa pemilik tanah yang datang ke lokasi ini mengakui tanah mereka sudah dibuldozer, yang lainnya – seperti Opusan mengakui, boldozer tinggal beberapa kaplingan saja lagi akan mencapai tanahnya. Patok-patok dan tanaman tersapu semua. Sementara itu buldozer dan alat berat lainnya terus bekerja sejak beberapa hari lalu sampai sekarang.

Para pekerja yang ditemui Lubis beserta rombongan di lokasi mengatakan, alat-alat berat ini milik mantan pejabat Kampar yang setahun lalu baru meletakkan jabatannya. Operator lapangannya Syf, warga Tarai Kampar, orang yang sudah berkali-kali berkasus dengan GKPN dan dilaporkan ke polisi.

Lubis sempat berkomunikasi dengan Syf lewat telepon di lokasi garapan. Meminta Syf berhenti menggarap tanah GKPN tetapi disambut Syf di seberang sana kasar. Menurut Lubis, orang memang merasa jagoan dan sudah beberapa kali bertindak di luar batas.

Hari ini (3010) Lubis dan kawan-kawan ke Polda Riau, untuk menindaklanjuti proses kasus yang terus berlanjut ini. Besok akan bertemu dengan Ags, pengembang yang belum jelas perusahaannya itu. ”Kita dengarkan dulu, apa yang dia mau rundingkan,” kata Lubis.

Lahan GKPN dibeli dari pemangku adat Kampar sejak 1980-an. Di dalam tanah ribuan hektar ini dimiliki banyak pegawai negeri di Riau, baik sipil maupun militer sampai pensiunan. Memasuki masa reformasi sejumlah kalangan yang mengaku-ngaku datuk adat menyatakan mereka memiliki lahan ini. Kemudian tanah diperjual-belikan oleh oknum-oknum dan terus menimbulkan konflik.(*)