Ambil Order Dinihari, Driver Go Car Hilang


riaupotenza.com
Korban supir taksi online yang hilang.

PEKANBARU — Ardhie Nur Aswan dikabarkan hilang sejak Senin (23/10) dinihari pukul 01.30 WIB. Sampai saat berita ini dibuat, Driver mode transportasi online Go Car ini belum diketahui keberadaannya, Selasa (24/10).

Korban yang diketahui tinggal di Jalan Delima, Perumahan Delima Puri, Kelurahan Delima, Tampan ini diketahui pergi dari rumahnya Senin (24/10) dinihari pukul 12.22 WIB dengan mengendarai mobil jenis Suzuki Ertiga GL warna putih BM 1564 NV.

“Dia (Ardhi) keluar rumah pukul 24.30 WIB,” kata Ridho Wahyu, adik kandung korban saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya Selasa (24/10).

Anak kedua dari empat bersaudara ini mengaku masih sempat berkomunikasi menggunakan WhatsAp (WA) dengan korban hingga pukul 01.22 WIB. “WA terakhir pukul 01.22 WIB, saat itu order selesai,” sebutnya.

Korban katanya mendapat order di Jalan HR Subrantas dan minta diantar ke Jalan Riau Baru, Air Hitam. “Mungkin karena lumayan jauh, abang saya mau karena ongkosnya lumayan,” katanya. Namun sejak itu Ridho mengaku tak bisa lagi menghubungi abangnya Ardhi.

Penasaran, ia mengaku sempat mendatangi koro-koro untuk mencari keberadaan abangnya. Saat itu ia mendapatkan informasi dari rekan Go Car yang lain kalau sebelum Ardhi ada Driver Go Car yang mendapat order penumpangnya ada 6 orang, karena ramai driver itu menolak lantaran mobilnya tidak muat.

“Katanya penumpang ada 6 orang pria naik dari parkiran Karaoke Koro-koro,” terang Ridho.

iPhone Ditemukan
Ridho juga mengaku mendapatkan iPhone milik abangnya dalam kondisi hancur setelah ditelpon seorang pria tak dikenal. “Kemarin (Senin pagi) ada yang nelpon saya, katanya menemukan iPhone milik abangnya. Saat itu janji ketemu di sebuah warung di samping SPBU Jalan Riau Ujung. Benar, itu iPhone abang saya,” sebutnya.

Namun dirinya mengaku tidak kenal dengan pria itu dan tidak menanyakan identitasnya. “Itulah, saya gak pula nanya namanya dan dapat dimana i-Phone itu,” sebutnya. “Dia (Korban) punya handphone tiga, Blackberry, Android dan iPhone,” sambung Ridho.

Sementara Andri yang juga tetangga korban mengaku sudah berusaha mencari keberadaan korban kebeberapa wilayah bersama keluarga korban dan rekan lainnya namun tidak ditemukan.

“Kami sudah cari ke beberapa tempat, Air Hitam, Palas, bahkan sampai ke Simpang Gelombang namun belum ditemukan,” aku mahasiswa ini saat dihubungi, Selasa (24/10) siang melalui telepon selulernya.

Andri juga mengaku perkara ini sudah dilaporkan pihak keluarga korban ke Polresta Pekanbaru, berharap korban segera ditemukan.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Ariyanto SIK SH saat ditemui wartawan Selasa (24/10) membenarkan adanya laporan dugaan orang hilang tersebut. Pihaknya mengaku sedang melakukan penyelidikan terkait laporan itu.

“Laporan sudah kita terima Senin siang pukul 14.00 WIB masih kita selidiki,” sebutnya. Dalam laporannya, Ridho Wahyu mengaku abangnya Ardhi Nur Aswan pergi meninggalkan rumah sendirian dengan menggunakan mobil jenis Suzuki Ertiga warna putih BM 1564 NV.

“Meninggalkan rumah sejak Ahad (22/10) pukul 20.00 WIB. Korban ini Driver Go Car,” sebutnya. Saat itu korban menggunakan kaos warna putih dan celana jeans warna biru. Sementara ciri lain rambut lurus, wajah oval,  tinggi badan sekitar 160 Cm dengan berat sekitar 48 Kg.

Terkait santernya informasi di media sosial tentang isu beredar dan  mengatakan korban ditemukan tewas dengan kondisi tangan terikat serta iPhone milik korban ditemukan dalam kondisi hancur, Bimo menepis semua kabar tersebut.

“Belum, kami masih melakukan pencarian, gak benar itu. Mohon waktunya, perkembangan akan kita kabarkan lebih lanjut,” sebutnya. ppg/