Dari Terjaringnya Sejumlah Cewek Manis Razia Satpol PP

Berdalih Pengin Hidup Mandiri, Pilih Tinggal di Kos-kosan


riaupotenza.com
Cewek yang terjaring penertiban ditempat kos-kosan saat diamankan di Kantor Pol PP Mandau.win

DURI (RPZ) -- Selalu saja ada kejadian lucu atau kisah menarik yang terungkap dari setiap pelaksanaan razia atau penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP Pemerintah Kecamatan Mandau.

Salah satunya, seperti cerita yang terungkap dari sejumlah cewek manis yang terjaring dalam razia terhadap tempat kos-kosan bebas, tak kenal waktu bertamu di dekat Jalan Setia Budi, Kelurahan Air Jamban,
Kecamatan Mandau beberapa hari yang lalu.

Dimana, petugas berhasil menjaring lima orang cewek dari sejumlah kamar. Sementara, penghuni dari beberapa kamar lainnya berhasil kabur saat tahu ada razia.

Saat mereka yang terjaring digelandang dan dilakukan proses pendataan di Kantor Pol PP Mandau. Disitulah terungkap fakta bahwa kebanyakan cewek-cewek manis yang terjaring ini, memiliki rumah orang tuanya di Kota Duri, Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan.

Hal itu terbukti dari kartu identitas diri berupa KTP yang mereka tunjukan kepada petugas. Rata-rata mereka mengantongi KTP Kabupaten Bengkalis. Namun, ketika ditanyakan kenapa tidak tinggal bersama orang tua saja? Mereka berdalih ingin hidup mandiri, itu makanya pilih indekos.

Ada lagi yang beralasan, pilih tinggal ditempat kos-kosan karena keluarganya broken home. Orang tuanya sudah nikah lagi, dan tidak cocok tinggal dengan bapak tirinya.
Alasan lain lagi juga dikemukakan cewek lainnya. Ada yang pilih tinggal ditempat kos-kosan supaya lebih dekat dengan tempat kerja dan lain sebagainya. Karena kalau tinggal dirumah orang tuanya di Simpang
Puncak, Kecamatan Bathin Solapan, katanya kejauhan.

Selain mengantongi KTP Bengkalis, ada juga cewek yang terjaring ini mengantongi KTP Medan. Dengan status banyak yang belum nikah meski ada juga yang janda sudah punya anak dan lainnya. Tapi, rata-rata dari pengakuannya, cewek-cewek ini bekerja sebagai pemandu lagu di beberapa tempat karaoke yang ada di Kota Duri dan sekitarnya. Ada juga bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) produk rokok dan SPG salah satu
produk minuman Bir, juga ditempat yang sama.

"Kamar tempat kos-kosan ini kita razia, setelah mendapatkan pengaduan dan laporan dari warga. Karena sudah meresahkan masyarakat lingkungan setempat. Masyarakat sekitar resah karena banyak tamu laki-laki yang datang, malam hari bahkan lewat tengah malam. Bahkan ada yang sampai pagi. Itu tampak jelas dari kendaraan yang terparkir di tempat kos-kosan itu," kata Maspuri SH, Kasi Trantib Kecamatan Mandau yang memimpin langsung penertiban terhadap tempat kos-kosan itu.

Namun, saat ditanyakan langsung ke sejumlah cewek tadi. Mereka justru berkilah dan mengatakan kendaraan yang parkir itu adalah kendaraan milik teman yang mengantar mereka pulang. Atau kendaraan milik
orang/teman yang mengantarkan makanan ke tempat kosan mereka.  (win)