Pemuja Narkoba Dilumpuhkan Timah Panas


riaupotenza.com
AK, saat keadaan betis kanan terluka akibat peluru dan tangan diborgol.

PEKANBARU RPZ — AK (34), terpaksa dihadiahi timah panas di betis kanannya oleh anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, Ahad (15/10) siang. Pria 34 tahun warga Jalan Kasa, Kecamatan Marpoyan Damai ini dihadiahi timah panas lantaran bikin onar di kantor BNNP yang berada di Jalan Pepaya.

Informasi yang dirangkum, AK pada hari itu datang ke kantor BNNP dengan mengemudi mobil Toyota Avanza, bersama adiknya, RI. Saat tiba, AK langsung menanyakan Kepala BNNP kepada security. Dikarenakan Kepala BNNP tidak ada, AK langsung mengamuk dan menendang kaca pintu serta memukul meja.

Melihat AK tidak terkendali, security BNNP langsung menghubungi anggota BNNP untuk mengendalikan AK. Setelah anggota BNNP tiba di kantor, AK langsung diperingati untuk tidak membuat onar. Namun perkataan anggota BNNP tidak dihiraukan AK. AK malah menantang anggota BNNP untuk berduel.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan dan Penindakan BNNP Riau, AKBP Haldun SH MH saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut. “Benar, kejadiannya hari Minggu (Ahad) siang. Dia (AK) ini diduga depresi,” ucapnya.

AK terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, lantaran saat melawan diduga mengambil sesuatu dari belakang pinggangnya. “Kita lumpuhkan karena saat itu anggota menduga AK menyimpan senjata (api) di belakang pinggangnya,” ujar Haldun.

“Sebelumnya kita sudah memperingati 3 kali tembakan keatas. Tetapi AK tetap melawan,” sambungnya. Lebih lanjut diterangkannya, AK merupakan pemuja Narkoba berat. AK pernah ditangkap di Jakarta pada tahun 2014, saat bekerja sebagai penjual mobil.

“AK ini pernah ditangkap di Jakarta tahun 2014 lalu, kasus Narkoba jenis daun ganja kering,” terangnya. Terhadap AK, pihaknya kini telah mengamankan yang bersangkutan. Oleh BNNP, AK akan dilakukan Assesment untuk menjalani perawatan penyembuhan.

“AK saat kita lakukan tes urine, positif Narkoba. Makanya setelah berhasil diamankan langsung kita Assesment,” jelasnya. Sementara itu RI yang merupakan adik AK yang saat itu bersamaan datang ke kantor BNNP, sudah dilepas pihak BNNP.

“Untuk RI adik AK sudah kita lepas. Sebelumnya kita amankan untuk menjalani pemeriksaan,” lanjutnya. PPG