Terlalu, Pak RW Cabuli Anak Kandung 4 Tahun 


riaupotenza.com
Pak RW di Bangun Purba gauli anak kandung selama 4 Tahun.

Perkara pencabulan anak dibawah umur kembali terjadi di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), kali ini seorang ayah tega menggauli anak kandungnya. Bahkan perbuatan itu sudah berlangsung sejak empat tahun lalu.

Dialah seorang Ayah berinisial Rel alias Dedek (39), warga Dusun III Lubuk Raya RW 04 Desa Bangun Purba Timur Jaya (BPTJ)  Kecamatan Bangun Purba. Rel termasuk tipe ayah bejat yang tega mencabuli anak kandungnya, inisial Sb (17) siswi kelas 2 salah satu SMK di Rohul.

Berdasarkan catatan Kepolisian, perbuatan tak terpuji Rel yang dikabarkan juga salah seorang Ketua Rukun Warga (RW) ini terhadap anak kandungnya itu sudah berlangsung selama empat tahun lalu sejak 2014 hingga 2017 atau sejak anak gadisnya itu masih duduk di kelas 2 SMP.

Akhirnya, Rel dibekuk personil Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Rohul,  Sabtu (14/10) sekitar pukul 14.00 WIB di rumahnya, pqsca dilaporkan ke Kepolisian oleh Ibu kandung korban bernama Dar (33) yang mengetahui perbuatan bejat suaminya.

Kepada penyidik Kepolisian, korban Sb didampingi ibunya Dar, menceritakan kejadian yang memalukan itu. Berawal sekitar tahun 2014 silam, pada suatu hari sekitar pukul 15.00 WIB saat korban sedang mencuci piring di rumahnya tiba-tiba pelaku memanggil anak gadisnya itu untuk meminta korban memijit kepalanya.

Sebagai anak berbakti, permintaan ayah kandungnya itu dipenuhi. Namun saat korban memijit kepala pelaku, tiba-tiba payudara korban dipegang-pegang oleh ayahnya.

Pada saat itu korban mengatakan kepada ayahnya, Jangan Pak pinta sang anak. Namun pada saat itu pelaku tidak memperdulikan perkataan anak gadisnya itu, bahkan ia mengatakan Kalo tidak mau, nanti kubunuh kau sama semua sekeluarga sekalian,” ancam sang ayah.

Mendengar ancaman tersebut korban merasa takut dan selanjutnya pelaku membuka celana dan baju korban, setelah itu menyetubuhi korban layaknya hubungan suami istri. Setelah selesai menyetubuhi anaknya, pelaku langsung tidur dan korban pun kembali menyuci piring.

Sejak kejadian tersebut pelaku pun sering menyetubuhi anak gadisnya itu, sehingga dalam waktu seminggu pelaku melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak 3 hingga 4 kali.

Sampai terakhir kalinya pada 30 September 2017, karena merasa sudah tidak tahan lagi atas perbuatan ayah kandungnya tersebut, kemudian korban melarikan diri dari rumahnya ke Daerah Padang Lawas selama lebih kurang 2 minggu.

Selanjutnya korban menghubungi Ibunya untuk memberitahu keberadaan korban di daerah Padang Lawas dan meminta kepada ibunya untuk memohon perlindunagn ke Kantor Polisi karena merasa korban merasa takut dan terancam. Atas kejadian tersebut ibu korban melaporkannya Ke Polres Rohul untuk proses Hukum selanjutnya.

Polisi yang menerima laporan langsung menangkap pelaku, membawa korban Visum et repertum (Ver)  ke RSUD Rohul. Hasilnya memang ada luka dibagian kemaluan korban.


“Saat ini terlapor sudah diamankan di Mapolres Rohul guna proses hukum lebih lanjut,” ungkap Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto, SIK. MH melalui Paur Humas Ipda Suheri Sitorus, Senin (16/10). PPG