Pelaku Pengguna Berat Narkoba

Mengamuk di Kantor BNN, Pelaku Ditembak


riaupotenza.com
Foto- Tersangka AK saat dilakukan pemeriksaan di bidang rehab BNNP Riau, Minggu (16/10). Foto Idon Tanjung

PEKANBARU (Rpz)- Seorang pria berinisial AK (35) mengamuk di Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, Minggu (16/10) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Akibat ulahnya itu, petugas setempat terpaksa melumpuhkan AK dengan timah panas.

Kini, tersangka sudah diamankan oleh BNNP Riau dan dilakukan rehabilitasi karena AK diduga ilusi akibat narkoba.

Kabid Penindakan dan Pemberantasan BNNP Riau, AKBP Haldun mengatakan, tersangka tersebut dilumpuhkan karena tidak menghiraukan peringatan dari petugas.

"Sudah diberikan tiga kali tembakan peringatan ke udara, tapi tidak diindahkan. Lalu satu tembakan diarahkan kepada tersangka mengenai kaki sebelah kanan," kata Haldun, Senin (16/10) siang diruang kerjanya.

Dia menceritakan, hari minggu siang kantor BNN cukup sepi. Beberapa anggota yang berjaga sedang berasa di dalam kantor.

Tiba-tiba datang dua orang lelaki mengendarai mobil berhenti persis depan BNNP Riau Jalan Pepaya, Pekanbaru.

Salah satu pria keluar dari mobil langsung marah-marah dan melontarkan kata-kata yang tak senonoh dan menendang pintu masuk kantor BNN hingga pecah.

"Anggota kita juga heran awalnya dengan kedatangan orang tak dikenal (OTK) ini. Dia (AK) datang langsung memarahi petugas yang berjaga," kata Haldun.

Pihaknya sempat menduga pria itu marah terkait giat razia beberapa hari lalu di tempat hiburan malam. Tapi setelah dicek, ternyata tidak ada kaitannya dengan razia tersebut.

"AK ini ilusi karena narkoba. Karena setelah kita lakukan pemeriksaan, tersangka mengkonsumsi sabu, ekstasi dan ganja," sebut Haldun.

 Dia mengatakan, AK datang ke kantor BNNP Riau dengan adiknya. Namun sang adik tidak turun dan mobil dan membiarkan abangnya mengamuk.

AK pun kata Haldun, datang dengan sikap tak senonoh dan langsung berbuat onar. Bahkan tersangka menggororoti petugas dengan pura-pura mengambil benda diselipkan di pinggangnya.

"Kayak ngambil pisau. Tapi tidak ada. Meski demikian anggota kita bersiaga," ujar Haldun.

Untuk situasi saat ini sudah aman. Tersangka sudah dilakukan proses penyembuhan. Terkait peristiwa itu, BNN juga akan melakukan koordinasi dengan Polresta Pekanbaru.

"Jadi peristiwa ini bukan penyerangan, tapi karena tersangka ilusi akibat pengguna berat narkoba," jelas Haldun.(don)