Danau Naga Sakti


riaupotenza.com
DANAU NAGA SAKTI

SIAK (RPZ) - Keunikan ekowisata alam Danau Naga Sakti jadi salah satu ikon baru destinasi wisata Riau di sudut Kabupaten Siak. Bila di Sumatera Utara (Sumut) kita mengenal Danau Toba dengan sejuta kisah legenda masyarakatnya, di Kabupaten Siak kita akan menemukan wisata alam yang tak kalah menarik dalam wujud Danau Naga Sakti.
 
Danau Naga Sakti sendiri berada di Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak. Untuk sampai ke danau ini tidaklah cukup sulit. Danau itu cenderung mudah dijangkau bagi mereka yang hendak datang. Lagipula jaraknya tidak begitu jauh dari pusat Kabupaten Siak, Siak Sriindrapura.
 
Sesampai disana, pengunjung akan dihadiahi pemandangan yang sangat mengesankan. Rindangnya pohon-pohon yang masih alami di pinggir danau memberi kesan yang eksotis. Yang lebih mengesankan lagi, keindahan danau sungguh memukau.
 
Bagaimana tidak, warna air danau sangat aneh. Airnya berwarna seperti teh. Disamping itu, kondisi air selalu hangat, meski itu siang atau malam. Ini tentunya tidak ditemukan di danau-danau yang ada di daerah lainnya. Setidaknya demikian pendapat warga sekitar.

‘’Air Danau Naga Sakti sangat aneh, warnanya seperti air teh serta airnya hangat siang dan malam. Mungkin tidak ditemukan seperti di daerah lain,’’ ungkap Agus, warga Dosan yang tinggal di sekitar Danau Naga Sakti.

Cukup Menjanjikan Potensi besar yang dimiliki Danau Naga Sakti ini tentu akan sangat menguntungkan bagi Kabupaten Siak. Danau ini bisa menjadi objek wisata yang terkenal bila dikembangkan dengan baik.
 
Bupati Siak, H Syamsuar menyadari hal itu. Oleh karenanya Bupati merancang sejumlah pengembangan yang mungkin bisa dilakukan di sekitar Danau Naga Sakti kedepan.
 
‘’Potensi wisata Danau Naga Sakti ini cukup menjanjikan, tinggal nanti kita siapkan sarana dan prasarana seperti jalan, listrik, dan tempat parkir,” papar Bupati Syamsuar saat mengunjungi Danau Naga Sakti, beberapa waktu lalu.

Disamping itu untuk keselamatan jangan lupa persiapkan pelampung bagi pengunjung yang ingin naik sampan menyusuri dan menikmati alam danau.
 
‘’Kedepan, juga bisa dibuat home stay bagi pengunjung yang ingin menginap untuk merasakan sensasi udara malam serta keindahan danau tersebut,’’ jelasnya.

Selain itu, kata Bupati, bisa saja nanti ditabur benih ikan yang cocok dengan air danau ini. Nanti kalau ikannya sudah besar-besar, bisa diadakan lomba mancing ikan.

Sementara itu, Penghulu Dosan Firdaus menambahkan, pada saat libur sudah banyak pengunjung atau wisatawan lokal yang datang ke danau tersebut. Meski kawasan danau tersebut masuk dalam wilayah perusahaan, namun pihak perusahaan tidak menutup danau tersebut untuk dikunjungi. Artinya pihak perusahaan bekerja sama dengan pemerintah untuk membangun potensi wisata alam tersebut.

Sejarah berdirinya Desa Dosan tidak diketahui tahunnya. Namun dari keterangan masyarakat Desa Dosan sudah ada sejak masa Kerajaan Siak Sri Indrapura dan atau masa penjajahan kolonial Belanda.

Asal mula penduduk Dosan menurut legendanya berasal dari suku Mandau yang merantau. Pada tahun 1930-an pendatang dari Mandau hijrah ke Dosan untuk berladang yang berada di tepian sungai. Pada saat itu di temukan banyak pohon atau pun tanaman buah-buahan seperti pohon Durian, Duku dan lain sebagainya. Pada masa itu desa ini diberi nama Sungai Dusun karena berada di tepian sungai.

Menurut orang tua setempat, ada cerita panjang hingga mitos yang menyelimuti nama Danau Naga Sakti itu. Dahulu, seorang ibu warga Kampung Benayah, Dusun Perbadaran, Kecamatan Pusako melahirkan anak kembar. Namun, satu diantaranya berwujud manusia separuh ular naga.

Anak yang berwujud separuh ular naga itu, kemudian dianggap aib oleh sang ibu. Karena takut diketahui masyarakat sekitar, maka diusirlah anak manusia separuh ular naga itu.

Anak berwujud separuh ular itu, kemudian pergi ke hutan dan menemukan sebuah Danau. Kabarnya, danau itu dihuni oleh anak berwujud separuh ular naga tersebut. Itulah mengapa danau tersebut hingga kini dinamakan Danau Naga Sakti.

Sedangkan, saudara kembarnya yang terlahir normal hidup bersama keluarganya di Kampung Perbadaran. Bahkan, disebutkan saudara kembarnya itu masih hidup dan sudah berusia tua. Kabarnya, ia hidup di Pekanbaru.

Kabar itu perkuat dengan kesaksian Tono, seorang ajudan dan orang pintar yang bisa menerawang. Menurut Tono, hingga kini manusia separuh ular naga itu dipercaya masih hidup di alam gaib. Tono juga membenarkan bahwa kembarannya yang terlahir sebagai manusia normal itu berada di Pekanbaru.

‘’Kemarin kembarannya sempat datang ke Danau Naga Sakti ini dan mengucapkan salam. Diperkirakan kembarannya berusia sekitar 50 tahun lebih,’’ kata Tono.

Menurut cerita masyarakat dahulu, setiap setahun sekali muncul makhluk menyerupai naga. Sehingga diberi Nama Danau Naga Sakti.(yan/fen/net)