Akhirnya, Drainase Jalan Sudirman Dibongkar


riaupotenza.com
Pekerja menggunakan alat berat membongkar drainase yang dinilai bermasalah di Jalan Sudirman Air Molek.

RENGAT (RPZ) - PT Wahana Jaya Prima (WJP) kontraktor pelaksana proyek peningkatan Jalan Simpang Japura-Air Molek, akhirnya membongkar drainase yang dikerjakan tidak sesuai bestek.

Berdasarkan gambar dan rencana kerja pembangunan drainase menggunakan 13 jalur besi, namun di lapangan ada sebahagian besi hanya dipasang 8 jalur.

“Semalam sekitar pukul 09.00 WIB pihak PT WJP sudah membongkar drainase yang tidak sesuai bestek di jalan jalur dua Kota Air Molek menggunakan alat berat ekskavator,” terang warga sekitar Edi Taruno saat dikonfirmasi, Rabu (27/9).

Yang dibongkar, sisi sebelah kanan jalan. Kalau kita dari Rengat lebih kurang sepanjang 20 meter. Drainase yang sebelah kiri belum dibongkar. Drainase yang dikerjakan tidak sesuai bestek lebih kurang sepanjang 100 meter. Pembongkaran drainase, kemarin, langsung diawasi oleh orang dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan dan Ruang (PUPR) Provinsi Riau.

Pekerjaan drainase jalan jalur dua ini memang menuai masalah sejak awal karena dikerjakan amburadul oleh rekanan kontraktor. Pertama, besi yang dipasang tidak cukup standar. Setelah itu, tidak menggunakan lantai kerja.

Menurut pengawas, dalam kontrak ada lantai kerjanya.

“Menurut saya, proyek jalan jalur dua dari provinsi yang terdiri dari pengaspalan, box culvert dan drainase ini diduga menjadi ajang korupsi dan pungli. Kita selaku masyarakat berharap sekali Tipikor, Kejaksaan maupun KPK dapat melakukan pengawasan,” harap Edi.

“Sekali pun drainase itu sudah dibongkar dan akan diperbaiki, tapi niat mereka sudah ada untuk korupsi dengan cara mengurangi bahan yang digunakan,” pungkas Edi Taruno.

Terkait pembongkaran drainase ini, pihak Dinas PUPR Provinsi Riau belum ada yang dapat dimintai tanggapan.

Seperti diketahui, proyek peningkatan Jalan Simpang Japura - Air Molek dari pemerintah Provinsi Riau yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja dan Negara (APBN) Tahun 2017 dengan nilai Rp 13.336.611.070.34 dan kontrak: 620/SPHS-PUPR/Ting-AMSJ/164/2017 dan kontraktor pelaksana PT Wahana Jaya Prima (WJP).kus.