Depresi, Gantung Diri di Pohon Durian


KAMPAR (RPZ) — Warga Dusun IV, Desa Tanjung berulak, Kecamatan Kampar, bernama Zulnedi alias Edi (45) ditemukan tewas dalam posisi tergantung dengan tali di pohon durian, Senin (25/9) pagi.

‘’Diduga korban depresi. Namun motif sebenarnya belum diketahui pasti, namun banyak yang bilang karena sempat ribut dengan istrinya dan sempat pisah rumah,’’ jelas Herman, salah satu warga.

Lebih lanjut Herman menjelaskan, korban ditemukan warga yang hendak pergi ke kebun sekitar pukul 07.00 WIB. Saat melalui jalan tersebut warga melihat sosok mayat tergantung menggunakan tali nilon warna biru di pohon durian dalam kondisi tidak bernyawa.

‘’Setelah itu, warga yang menemukannya langsung berteriak. Spontan teriakan itu mengundang warga berbondong-bondong ke TKP,’’ paparnya.

Sementara, Kepolsek Kampar AKP Ridwanto SH membenarkan kejadian ini. Korban gantung diri di salah satu pohon durian milik Zarlis (70) dan pertama kali ditemukan oleh warga bernama Zaidir (63) yang saat itu ingin menderes karet.

Dipaparkan Kapolsek, saksi Zaidir saat itu mencium bau busuk di sekitar lokasi. Kemudian mencari asal bau busuk tersebut dan melihat korban sudah meninggal dalam keadaan tergantung di batang durian.

‘’Sekira pukul 08.00 WIB tim identifikasi Polres Kampar yang dipimpin oleh Kanit Identifikasi Ipda Syamsunar bersama Kanit Reskrim Ipda Lambok bersama Kepala Puskesmas Kampar dr Ali Mora melakukan identifikasi korban dan memotong tali gantungan korban. Lalu, korban dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Kampar ke rumah saudara orangtua korban Afrida (60) di Desa Naumbai, Kecamatan Kampar,’’ paparnya.

Kapolsek mengungkapkan, petugas medis Puskesmas telah melakukan visum, namun pihak keluarga tidak mau dilakukan otopsi dan membuat berita acara penolakan otopsi. ‘’Korban dimakamkan oleh pihak keluarga dan dibawa ke Desa Ganting, Kecamatan Salo untuk dikebumikan,’’ tandas Kapolsek. mxt