Bermasalah, Gubri Tinjau Proyek Jalur Dua Air Molek


riaupotenza.com
Pekerja menambah tulang besi pada drainase yang telah dikerjakan. Masyarakat tetap menolak pekerjaan yang asal jadi ini.

RENGAT (RPZ) - Terkait masalah proyek pekerjaan jalur dua, box culvert dan drainase yang berlokasi di Kota Air Molek, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Inhu yang dinilai tidak sesuai bestek, kabarnya sudah sampai ke Gubenur Riau.

“Beliau menegaskan akan langsung turun ke lokasi dalam waktu dekat ini. Insya Allah kalau tidak ada halangan, tanggal 29 September 2017 Gubenur Riau, Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA atau yang lebih dikenal Andi Rachman bersama dinas terkait akan segera turun ke lokasi proyek jalur dua kota Air Molek,” terang Anggota DPRD Provinsi Riau dari partai Golkar, Yulisman, Ahad (24/9) melalui selulernya.

“Gubri turun langsung karena ingin memastikan seperti apa sih pekerjaan proyek di kecamatan Pasir Penyu yang disebut tidak sesuai bestek,” lanjutnya menerangkan.

Mengenai langkah atau tindakkan yang akan diambil oleh gubernur nantinya, Yulisan meminta wartawan mengawal hal ini dengan langsung mewawancarai gubernur saat turun ke lokasi nantinya.

“Selain meninjau proyek jalur dua di Kota Air Molek, Gubri juga akan survey beberapa proyek lainnya yang ada di Inhu,” terangnya.

Sementara itu, warga Pasir Penyu, H Seno Harto SP SPd SH mengatakan, saat ini rekanan kontraktor PT Wahana Jaya Prima (WJP) sedang melakukan perbaikan dengan cara menyisip besi baru pada drainase yang sudah selesai dibangun. 

Perbaikan dengan cara dibobok lalu ditambah besi itu pekrjaan yang tidak maksimal dan tidak dapat dijamin kwalitasnya.

“Kami tetap meminta drainase yang tidak sesuai bestek dibongkar dan ditambah besinya, bukan dibobok lalu ditambah seperti sekarang ini. Perkerjaan yang sekarang ini seperti pekerjaan main-main, karena besi hanya diplester,” tuturnya.

Selain pembesian yang tidak sesuai bestek, pekerjaan pun tidak memakai lantai kerja dan langsung dicor di atas tanah, diduga hanya ketebalan 4 hingga 5 centimeter.

“Hal ini kita ketahui pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB disaat pekerja melakukan pembobokkan untuk penambahan besi baru,” pungkasnya.

Proyek peningkatan Jalan Simpang Japura-Air Molek dikerjakan oleh PT Wahana Jaya Prima (PT WJP), Konsultan PT Bumi Persada Engginering Konsultan dengan nomor kontrak 620/SPHS-PUPR/Ting-AMSJ/164/2017 nilai kontrak Rp 13.336.611.070.kus.