BBKSDA Riau Lepas Burung Tangkapan Bea dan Cukai Dumai


riaupotenza.com
Burung liar saat dilepaskan petugas Resort Dumai Seksi KSDA IV Bidang KSDA Wilayah II, Bea dan Cukai serta Manggala Agni di TWA Sungai Dumai, Sabtu (23/9). Foto Humas BBKSDA Riau

RIAU (RPZ)- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, lepasliarkan burung liar, Sabtu (23/9) kemarin.

Bermacam jenis burung tersebut adalah hasil sitaan petugas Bea dan Cukai Dumai, yang ditangkap pada Kamis (21/9) sore sekitar pukul 18.00 WIB, di sekitar pelabuhan tikus (tidak resmi) dekat kampua Universitas Riau (UR) Dumai, Riau.

Humas BBKSDA Riau, Dian Indriati mengatakan, burung liar ini sebanyak 935 ekor. Itu terdiri dari 572 ekor jenis Jalak Kerbau ( Acridotheres Javanicus) dan 363 ekor jenis burung Kacer (Copsychus Saularis).

"Pelepasan burung liar dilakukan oleh Resort Dumai Seksi KSDA IV Bidang KSDA Wilayah II, disaksikan petugas Bea Cukai, TNI dan Manggala Agni Daops Dumai," kata Dian.

Sebelum pelepasliaran, kata dia, telah dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan karantina dan dinyatakan bahwa burung-burung liar tersebut dalam keadaan sehat.

"Pelepasliaran dilaksanakan di Taman Wisata Alam (TWA) Sungai Dumai," sambung Dian.

Terpisah, Kepala BBKSDA Riau, Dr Mahfudz menjelaskan bahwa burung liar yang diamankan ini merupakan upaya penyelundupan melalui wilayah perairan laut Dumai.

"Berdasarkan informasi dari Bea dan Cukai Dumai, diperkirakan burung-burung liar ini berasal dari Basilam Baru dan Malaysia dengan tujuan akan dijual ecer ke toko-toko burung di Medan. Mereka tidak punya dokumen atau ilegal," terang Mahfudz.

Pada penangkapan tersebut, Bea dan Cukai Dumai menangkap dua orang pembawa burung yakni IB selaku supir mobil dan AB kernet. Keduanya warga asal Medan.

"Pemilik (burung liar) berinisial M beralamat di Jalan Sukajadi, Dumai, Riau," sambungnya.

Oleh karena itu, Mahfudz mengapresiasi kerja Bea dan Cuka dengan
Resort Dumai Seksi KSDA IV Bidang KSDA Wilayah II yang menangkap pelaku penyelundupan burung tersebut.

"Saya sangat mengapresiasi kepada petugas di lapangan. Ini membuktikan koordinasi sudah berjalan dengan baik," yakin Mahfudz.

Dia menambahkan, BBKSDA Riau akan terus meningkatkan pemantauan dan pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar di wilayah kerja melalui kerjasama dengan berbagai pihak.

"Terhadap satwa baik dilindungi maupun tidak dilindungi, baik itu untuk komersial maupun non komersial harus dengan dokumen," tegasnya.(don)