Dari Wisata Alam, Budaya Hingga Memancing

Berjiwa Petualang, ke Buluh Cina Yuk


riaupotenza.com
Wisatawan juga bisa merasakan sensasi menunggangi gajah.

KAMPAR (RPZ) - SELAIN Desa Wisata Okura yang menyuguhkan kearifan lokal, alam dan budaya, Provinsi Riau juga memiliki Desa Wisata Buluh Cina yang asri dan siap menenangkan jiwa.

Terletak di Kabupaten Kampar, indahnya suasana alam dan udara segar di Desa Wisata Buluh cina tidaklah diragukan lagi. Desa wisata yang terletak 20 km dari pusat Kota Pekanbaru bukan hanya dikenal di Riau saja, tetapi sudah dikenal wisatawan mancanegara.

 Desa wisata ini bisa ditempuh dengan berkendara dari Kota Pekanbaru. Jaraknya kurang lebih 20 km. Tiba di desa wisata ini, pengunjung bisa menjelajahi berbagai kearifan lokal dan mengeksplore kegiatan harian masyarakatnya. Terlebih, setelah dikukuhkan menjadi Desa Wisata Buluh Cina, masyarakat sekitar selalu menjaga keindahan alam yang terdapat di sana.

 Desa Buluh Cina berlokasi tak jauh dari hutan wisata Buluh Cina yang luasnya mencapai 1.000 hektar. Jangan diragukan lagi kealamian dan keasrian hutannya, karena masyarakat sangat menjaga kelestarian hutan dan jauh dari perambahan atau pembalakan liar.

 Di hutan ini pengunjung bisa menjumpai berbagai flora dan fauna yang menarik untuk dijadikan bahan edukasi ataupun sebagai objek fotografi. Pengunjung bisa bermalam di perkampungan warga dimana masyarakat sangat ramah pada tamu yang datang.

 Tak ada hotel di desa ini namun masyarakat bisa menetap dan bermalam bersama keluarga dari masyarakat Desa Buluh Cina. Di desa banyak kegiatan yang bisa dilakukan mulai dari memancing, mencari kayu bakar, memacu sampan hingga berwisata kuliner tradisional.


Di Desa Buluh Cina ini, ada empat dusun yang masing-masing mempunyai keindahan dan keunikan yang luar biasa. Banyak wisatawan mancanegara yang datang untuk melihat keindahan dengan menikmati suasana hutan, danau, rumah penduduk yang arsitektur melayu, dan kebudayaan yang ada di Desa Buluh Cina. Namun, ada juga wisatawan yang datang untuk meneliti alam yang ada disana.

 Saat ingin menikmati suasana keindahan Desa Wisata Buluh Cina, wisatawan harus berkunjung setiap dusun yang ada di Buluh Cina. Hal ini dapat dilakukan dengan menyeberangi sungai sekitar 5 meter. Karena letak dusun dipisahkan oleh Sungai Kampar.

 Perjalanan dapat dilakukan dengan melewati dusun tiga dan dusun empat. Karena disanalah wisatawan dapat melihat keindahan suasana pedesaan yang benar-benar asri dan sawah hijau yang membuat mata menjadi segar. Pemandangan ini tentu menjadi spot yang sangat jarang wisatawan lihat di kota.

 Pada bulan-bulan tertentu akan diadakan event pacu sampan serta akan dapat melihat kebudayaan yang ada di masyarakat sekitar. Usai berkunjung ke dusun tiga dan dusun empat, wisatawan juga wajib berkunjung ke ke dusun satu dan dusun dua.

 Di sana akan terlihat tujuh danau alami yang hampir keseluruhan ditumbuhi pohon-pohon besar. Selain itu wisatawan juga bisa melihat Hutan Wisata Rimbo Tujuh Danau. Di Hutan Wisata Rimbo Tujuh Danau ini, para wisatawan akan melihat pohon-pohon berukuran besar yang berusia sekitar 300-an tahun.

Uniknya, hutan Wisata Rimbo Tujuh Danau ini mempunyai habitat puluhan jenis Flora dan Fauna tropis yang di tempat lain belum tentu ada.

Khusus wisatawan  yang gemar wisata air dan berjiwa petualang? Tak ada salahnya menikmati Donut Rafting ala Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

 Wisata air yang digerakkan langsung oleh masyarakat dan didukung penuh oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau ini terletak di antara perkampungan warga Desa Buluh Cina.

 Cukup dengan mengeluarkan uang sebesar Rp2.000, wisatawan sudah bisa menyewa penyeberangan melalui jalur air yang dapat memutus derasnya sungai Kampar. Selanjutnya, wisatawan dapat berjalan sebentar untuk sampai di lokasi tujuan wisata air, Donut Rafting.

 Di sana penikmat wisata air akan diajak mengitari sungai Kampar menggunakan ban berukuran cukup besar dirangkai dengan enam ban lainnya lalu ditarik dengan kapal cepat bermotor dan sebuah life jacket untuk memastikan keselamatan.

 Namun bagi yang tak ingin basah-basahan, pengunjung bisa menikmati wisata air lainnya, seperti perahu wisata Buluh Cina. Wisata air yang satu ini menggunakan kapal bermesin diesel yang kecepatannya tak sampai 2 knot dan berkapasitas puluhan orang yang siap mengantarkan pengunjung mengitari sungai Kampar.

 Setelah puas mengitari sungai Kampar, tak ada salahnya menghilangkan dahaga ditenggorokan dengan mencicipi buah kelapa segar yang letaknya persis di depan Danau Wisata Tanjung Putus.

 Selain kelapa segar, terdapat pula jajanan kampung lainnya seperti kue kering dan basah serta makanan lainnya yang pasti membuat dahaga dan lapar hilang seketika.

 ‘’Biasanya kawasan ini dijadikan sebagai foto pre wedding oleh banyak pengujung. Ini dikarenakan alam di sini masih sangat alami dan natural. Bahkan, pernah beberapa wisatawan asing dan asal Bali datang jauh-jauh hanya untuk mengabadikan Danau Tanjung Putus ini,’’ ujar Kepala Desa Buluh Cina, M Ralis.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pengembangan Wisata Alam Desa Buluh Cina. Menurutnya Wisata Alam Desa Buluh Cina akan menjadi salah satu destinasi yang bakal ramai dikunjungi wisatawan.

 ‘’Kita sebenarnya punya banyak destinasi. Salah satunya Wisata Alam Desa Buluh Cina ini,’’ ucap Gubri.

 Gubri pun mengucapkan terima kasih kepada BKSDA Kementerian LHK yang ikut mengembangkan Wisata Alam Desa Buluh Cina.

 ‘’Nanti akan ada multiplier effect bagi ekonomi masyarakat. Banyak orang datang, mereka perlu makan, tempat tinggal dan lainnya. Dengan sendirinya ekonomi masyarakat akan berkembang,’’ papar pria yang akrab disapa Andi Rachman tersebut.

 Diakui Andi, Buluh Cina bisa menjadi destinasi pariwisata yang nggak jauh dari Pekanbaru. Apalagi konsep wisatanya mendapat dukungan tokoh masyarakat dan ninik mamak.

 Taman Wisata Alam Rimbo Tujuh Danau, sebut Andi Rachman. merupakan salah satu dari 16 Kawasan Konservasi yang ada di Provinsi Riau yang pengelolaannya dibawah Balai Besar KSDA Riau. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sepakat untuk mendukung program pengembangan yang dilakukan oleh BKSDA, mengingat potensi TWA Rimbo Tujuh Danau dapat menjadi modal investasi pariwisata jangka panjang.

 ‘’Dengan potensi yang ada dan dikelola masyarakat, perekonomian akan tumbuh sejalan. Seperti halnya ciri khas penyeberangan sungai menuju obyek wisatanya yang menggunakan kapal penyeberangan,’’ tutur Gubri.(yan/trc/net)